GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Telinga Tiba-tiba Berdenging dalam Pandangan Islam Itu Pertanda Apa? Berikut Ini Penjelasan Buya Yahya

Fenomena telinga berdenging atau tinnitus kerap dialami banyak orang, baik saat sedang beraktivitas, berbicara, maupun beristirahat. Di tengah masyarakat Indonesia
Selasa, 9 Desember 2025 - 18:07 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube Al Bahjah TV

Jakarta, tvOnenews.com – Fenomena telinga berdenging atau tinnitus kerap dialami banyak orang, baik saat sedang beraktivitas, berbicara, maupun beristirahat.

Di tengah masyarakat Indonesia, kondisi ini sering dikaitkan dengan berbagai mitos, mulai dari pertanda ada yang membicarakan kita, firasat tertentu, hingga keyakinan bahwa itu merupakan panggilan dari Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap anggapan tersebut?

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV

Pembahasan ini dikupas secara khusus oleh Buya Yahya melalui kajian yang tayang di kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Penjelasan Medis: Bukan Pertanda Gaib

Buya Yahya menegaskan bahwa telinga berdenging merupakan masalah yang memiliki dasar medis.

“Kalau sering mengalami telinga berdenging, periksakanlah ke dokter,” ujar Buya Yahya.

Beliau menjelaskan, tinnitus bisa disebabkan oleh gangguan saraf pendengaran, tekanan dalam telinga, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, menurutnya tidak tepat jika fenomena ini langsung dihubungkan dengan hal-hal metafisika.

Lebih tegas lagi, Buya Yahya menyampaikan:

“Nabi memanggil kita setiap saat, dengan hadits-haditsnya. Tidak usah nunggu ada denging telinga ya. Kita ingin yang nyata, yang jelas, hadits-hadits Nabi, ilmu-ilmu Nabi SAW.”

Mitos yang Beredar di Masyarakat

Buya Yahya kemudian mengomentari dua kepercayaan yang paling sering muncul:

- Telinga berdenging sebagai panggilan Nabi Muhammad SAW.

- Pertanda kematian atau firasat buruk lainnya.

Beliau menegaskan bahwa keyakinan tersebut tidak memiliki landasan kuat dalam Islam. Panggilan Nabi, ujar Buya Yahya, hadir bukan melalui suara atau sensasi misterius, tetapi melalui ajaran yang sudah jelas diwariskan kepada umatnya.

Menurut Buya Yahya, panggilan Nabi Muhammad SAW sejatinya sudah hadir melalui wahyu dan sunnah:

“Kita ingin yang nyata, yang jelas, hadits-hadits Nabi, ilmu-ilmu Nabi SAW.”

Pandangan ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Malik, disahihkan Al-Albani)

Hadis ini menegaskan bahwa umat Islam tidak dibimbing melalui tanda-tanda gaib, tetapi lewat pedoman yang sudah pasti dan terverifikasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Telinga Berdenging?

Buya Yahya mengimbau masyarakat untuk tetap bersikap rasional. Langkah pertama jika telinga berdenging adalah memastikan kondisi kesehatan.

- Periksa ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah medis.

- Jangan mengaitkan kondisi tersebut dengan mitos atau takhayul.

- Gunakan setiap kejadian sebagai pengingat untuk memperbaiki diri dan ibadah.

Buya Yahya menutup penjelasannya dengan pesan agar umat Islam tidak mudah terjebak dalam keyakinan tanpa dalil.

“Jangan cepat percaya pada sesuatu yang tidak jelas sumbernya. Kembali pada ilmu Nabi SAW.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, telinga berdenging adalah fenomena medis yang wajar dan tidak memiliki makna spiritual khusus sebagaimana diyakini sebagian masyarakat.

(udn/amr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Setelah sempat melakukan pelarian lintas provinsi, pelarian AS, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, akhirnya terhenti. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Persija Jakarta kalah dengan skor 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026). 
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program preventif untuk mengatasi banjir di wilayah dataran tinggi Cianjur. 
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT