GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sakit dalam Pandangan Islam: Teguran atau Penggugur Dosa?

Sakit dalam pandangan Islam, sebuah teguran atas dosa-dosa atau penggugur dosa? Simak penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Minggu, 14 Desember 2025 - 12:29 WIB
Ilustrasi - Orang sakit
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Sakit sering kali dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyulitkan. 

Tidak sedikit orang bertanya-tanya, apakah penyakit yang datang merupakan hukuman atas dosa, atau justru menjadi jalan penghapus kesalahan di hadapan Allah SWT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pandangan Islam, sakit tidak semata-mata dimaknai sebagai penderitaan, melainkan bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Penjelasan mengenai hal ini disampaikan oleh Ustaz Syafiq Riza Basalamah, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube resminya yang diunggah pada 18 Oktober 2018.

Ilustrasi orang sakit
Ilustrasi orang sakit
Sumber :
  • ANTARA

Ustaz Syafiq Riza Basalamah menegaskan bahwa berbagai ujian yang menimpa seorang hamba, termasuk sakit, sejatinya memiliki makna besar dalam kehidupan seorang muslim. 

Menurutnya, semua bentuk musibah yang dialami seseorang dapat menjadi sarana penghapus dosa.

"Apa saja yang menimpa seorang hamba itu penghapus dosa untuk dia," ucap Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Lebih lanjut dijelaskan, sikap seseorang dalam menghadapi sakit sangat menentukan nilai di sisi Allah SWT. 

Apabila seorang hamba bersabar dan mengharap pahala, maka ujian tersebut tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga meninggikan derajatnya.

Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Tanaashuh

"Kalau dia sabar maka akan diangkat derajatnya. Dan kalau dia berharap pahala, masyaAllah. Setelah dikasih penyakit, kemudian sembuh dan sehat, dia semakin dekat dengan Allah SWT," kata Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Dalam penjelasannya, Ustaz Syafiq juga mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an. 

Ia mengutip QS. An-Nisa’ ayat 124 yang menegaskan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal.

"(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah".

Beliau kemudian menceritakan sebuah kisah ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah SAW. 

Abu Bakar merasa khawatir jika setiap dosa langsung dibalas, maka manusia akan binasa. Ia pun bertanya mengenai bentuk balasan tersebut.

Rasulullah SAW lalu menjelaskan bahwa sakit, kegundahan, dan berbagai musibah yang menimpa seorang muslim merupakan bentuk balasan sekaligus pembersih dosa.

"Sehingga kalau seseorang melakukan kemaksiatan, kemudian terkena musibah maka itu penghapus dosa-dosa buat dia," ucap Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Untuk memudahkan pemahaman, Ustaz Syafiq memberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurutnya, kejadian kecil sekalipun dapat bernilai penghapusan dosa jika disikapi dengan benar.

"Apa saja itu, Antum berangkat ke kamar mandi dan terpeleset, jadi penghapusan dosa, kemudian sandal rusak, kemudian pergi ke dapur nasinya habis," ujar Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Ia menekankan bahwa kuncinya terletak pada kesabaran dan niat mengharap pahala kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau Antum sabar dan berharap pahala, akan diangkat derajat oleh Allah, InsyaAllah," lanjutnya.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa sakit dalam Islam bukan semata-mata hukuman. Ia bisa menjadi bentuk teguran, penghapus dosa, sekaligus sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, selama dihadapi dengan kesabaran dan keimanan. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT