Teks Khutbah Jumat Terbaru 9 Januari 2026: Hikmah Menghidupkan Membaca Al-Quran saat Momentum Isra Miraj
- Freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam agama Islam. Peringatan ini mengenai perjalanan ajaib dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan semalam. Hal itu berlangsung dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsa. Kemudian, beliau langsung naik ke Sidratul Muntaha untuk bertemu dengan Allah SWT.
Di Sidratul Muntaha, momentum ini menjadi saksi di mana Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu. Untuk itu, peristiwa ini menjadi sejarah penting bagi umat Islam.
Momentum inilah juga menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan takwa kepada Allah SWT. Umat Muslim bisa memperbanyak amalan sunnah, salah satunya membaca Al-Quran.
Melalui teks khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 9 Januari 2026, hikmah menghidupkan semangat membaca Al-Quran saat momentum Isra Miraj menjadi renungan bersama. Hal ini mengingat peringatan Isra Miraj pada tahun Hijriah 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 27 bulan Rajab 1447 H atau Jumat, 16 Januari 2026.
Teks Khutbah Jumat: Hikmah Menghidupkan Membaca Al-Quran saat Momentum Isra Miraj
- Istimewa
Khutbah I
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Saudaraku jemaah shalat Jumat dimuliakan Allah,
Pertama-tama, marilah kita mengucapkan Alhamdulillah, segala puji tercurahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, baginda Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, hingga seluruh umatnya yang masih istiqomah berada di jalan Allah SWT.
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,
Khatib tak bosan-bosannya mengajak kita semua, marilah bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya takwa tanpa ada keraguan sedikit pun di hati kita.
Pada kesempatan hari ini, khatib sudah mulai mengangkat tema khutbah Jumat mengenai peristiwa Isra Miraj. Kita pastinya mengetahui peristiwa ini menjadi salah satu aspek penting menghidupkan semangat membaca Al-Quran. Amalan ini merupakan pedoman hidup di dalam setiap detik, menit, hingga akhir hayat kita.
Sebelum itu, khatib akan menjelaskan sedikit tentang peristiwa Isra Miraj. Isra Miraj adalah salah satu bagian mukjizat besar diterima oleh Nabi Muhammad SAW.
Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW mendapatkan keistimewaan di mana beliau diangkat oleh Allah. Beliau rela melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa agar bisa sampai ke langit ketujuh.
Di sana, Nabi Muhammad SAW mendapat momentum penting di mana beliau menerima perintah shalat lima waktu dari Allah Subhanahu wa Ta’āla. Maka dari itu, peristiwa Isra Miraj sebagai momentum betapa pentingnya meningkatkan spiritual dan keimanan, serta menegaskan kedudukan tinggi shalat untuk menjadi tiang agama.
Melalui Surat Al-Isra Ayat 1, peristiwa Isra Miraj mengajarkan umat Muslim agar selalu tunduk dan menjalankan perintah dalam syariat-Nya, Allah SWT berfirman:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra, 17:1).
Jemaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Selain shalat, kita telah mengetahui bahwa Al-Quran sebagai pedoman hidup. Keberadaannya sangat berarti bagi Umat Muslim. Hal ini sebagaimana dalam keterangan Surat Al-Baqarah Ayat 2, Allah SWT berfirman:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: "Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:2).
Dalam tafsir ayat ini, aktivitas membaca Al-Quran tidak hanya sekadar memperoleh pahala, melainkan sebagai cahaya untuk menerangi kegelapan hati kita.
Selain itu, Al-Quran merupakan pembeda antara hak dan bathil. Kemudian, Al-Quran memberikan syafaat untuk umat Muslim di hari akhir nanti. Hal ini sudah menjadi keterangan dari hadis riwayat Imam Muslim.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Dari pembahasan inilah, mengapa kita harus menghidupkan semangat membaca Al-Quran? Setidaknya tidak hanya di hari Isra Miraj, namun menjadi pedoman di setiap hari dalam kehidupan kita.
Namun berbagai godaan menghantam hati kita secara bertubi-tubi ketika ingin membaca Al-Quran. Langkah konkret yang harus menjadi dorongan untuk kita adalah pembinaan berkelanjutan, tidak sekadar sebagai pelatihan formal sesaat.
Maka dari itu, momentum Isra Miraj seyogyanya sebagai titik-titik balik atau kesempatan bagi kita terus bermuhasabah diri. Saat kita merenungkan perjalanan Rasulullah SAW, kita harus merenungi betapa pentingnya kita menyambungkan hubungan dengan Al-Quran.
Dalam Surat Fatir Ayat 29, Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi." (QS. Fatir, 35:29).
Khutbah II
Kaum muslimin rahimakumullah,
Maka dari itu, marilah kita menjadikan Isra Miraj menjadi momentum penting. Artinya, kita harus memperkuat komitmen untuk membaca, memahami, hingga mengamalkan Ayat Suci Al-Quran.
Kita tidak bisa memahami Al-Quran sendirian. Peran keluarga, lembaga pendidikan, hingga masyarakat menjadi langkah penting agar Al-Quran tidak pernah mati sampai akhir zaman. Hal ini sebagai upaya mempertahankan generasi mendatang dibumbui kecintaan terhadap firman Allah SWT.
Dalam khutbah kedua inilah, khatib ingin mengajak kepada kita semua senantiasa bersyukur atas nikmat dari Allah SWT, sebagaimana kita masih bisa membaca Al-Quran serta memohon kepada-Nya.
Melalui ikhtiar kita, kita berharap ada kemudahan dalam mengamalkan Al-Quran di setiap waktu. Marilah kita berdoa semoga Allah SWT membawa kita termasuk golongan mencintai Al-Quran hingga akhir hayat. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
لِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, MUI, Yayasan Amal Jariyah Indonesia
Load more