Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Memetik Hikmah Isra Mi’raj untuk Menguatkan Iman dan Kualitas Shalat
- Pexels/Mohamad Tamer
صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ
Sidang Jumat yang berbahagia,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan nikmat-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, yaitu dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan ketakwaan itulah, insya Allah kita akan tergolong sebagai hamba-hamba Allah yang beruntung.
Hadirin rahimakumullah,
Pada bulan Rajab ini, kita kembali diingatkan pada peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini bukan sekadar kisah perjalanan luar biasa, tetapi menyimpan banyak hikmah penting yang relevan dengan kehidupan umat Islam hingga hari ini.
Hikmah pertama dari Isra Mi’raj adalah pentingnya masjid sebagai pusat pembinaan umat. Perjalanan Rasulullah SAW dimulai dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsa, lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha.
Hal ini memberi isyarat bahwa kemajuan umat Islam harus berangkat dari masjid. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk mencintai masjid, memakmurkannya, dan menjadikannya pusat ibadah serta pembinaan moral.
Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 18:
“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Hikmah kedua, Isra Mi’raj menegaskan keluasan ilmu dan kekuasaan Allah SWT. Apa yang menurut akal manusia mustahil, menjadi mungkin bagi Allah.
Peristiwa ini mengajarkan kepada kita untuk bersikap rendah hati dan menyadari keterbatasan ilmu manusia, sebagaimana firman Allah:
“Sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.” (QS Al-Isra: 85)
Load more