GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apakah Shalat Sudah Ada Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW?

Apakah Ibadah shalat sudah ada sebelum peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW? Begini penjelasan tentang ibadah shalat sebelum dan sesudah Isra Mi'raj.
Kamis, 15 Januari 2026 - 05:30 WIB
Ilustrasi shalat jamaah
Sumber :
  • Pexels/Mohammed Alim

tvOnenews.com - Peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya menjadi salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam sejarah ibadah umat Islam. 

Pada malam yang penuh kemuliaan itu, Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, bagaimana Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin melaksanakan shalat sebelum perintah shalat fardu lima waktu ditetapkan?

Perintah Shalat Fardu dalam Isra Mi’raj

Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Di tempat inilah Allah SWT mewajibkan shalat kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Pada awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Setelah beberapa kali Rasulullah SAW memohon keringanan atas saran Nabi Musa AS, kewajiban itu diringankan menjadi lima waktu, namun tetap bernilai pahala 50 kali. 

Sejak saat itulah, shalat lima waktu menjadi ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim.

Ilustrasi shalat Dhuha
Ilustrasi shalat Dhuha
Sumber :
  • Pexels/michael burrows

Apakah Shalat Sudah Ada Sebelum Isra Mi’raj?

Pertanyaan tentang keberadaan shalat sebelum Isra Mi’raj pernah dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS). 

Menurutnya, shalat sudah dikenal dan dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum peristiwa Isra Mi’raj, namun yang belum diwajibkan saat itu adalah shalat fardu lima waktu.

Dalam salah satu penjelasannya, Ustaz Abdul Somad mengatakan:

“Nabi kan diperintahkan menjemput shalat pada Isra Mi’raj. Sebelum itu bagaimana Nabi dan umat Islam shalat? Satu riwayat menyebut shalatnya dua rakaat seperti shalat sunnah. Makanya waktu Nabi sampai di Masjidil Aqsa, dia shalat dua rakaat. Shalat sudah ada, lalu kemudian Nabi shalat bersama para nabi. Padahal shalat belum diambil, yang belum diambil itu shalat fardu. Adapun shalat sunnah sebelum itu, maka sudah ada, begitu kata sebagian ulama,” ujar Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad menambahkan bahwa terdapat pula perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait bentuk shalat sebelum Isra Mi’raj.

“Adapun sebagian yang lain mengatakan, shalat itu sekadar doa saja. Makna shalat di situ bukan yang ada takbiratul ihram, bukan yang ada tasyahud dan ruku’ sujudnya, tapi doa. Karena shalat secara bahasa artinya doa,” tambahnya.

Ilustrasi shalat
Ilustrasi shalat
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Bentuk Ibadah Sebelum Shalat Lima Waktu

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa sebelum Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW telah melakukan ibadah shalat dalam bentuk yang belum sempurna seperti shalat fardu lima waktu saat ini. 

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat yang dilakukan adalah shalat dua rakaat pada waktu-waktu tertentu, mirip dengan shalat sunnah.

Selain itu, Rasulullah SAW juga dikenal rutin melaksanakan shalat malam (qiyamul lail), bahkan pada awal kenabian, shalat malam sempat diwajibkan sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Muzzammil sebelum kemudian diringankan menjadi sunnah.

Makna Agung Penetapan Shalat dalam Isra Mi’raj

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditentukannya shalat fardu lima waktu dalam peristiwa Isra Mi’raj menunjukkan kedudukan shalat yang sangat istimewa. 

Shalat menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara malaikat Jibril, menegaskan posisinya sebagai tiang agama dan tolok ukur keimanan seorang muslim. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Komisi I DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dinilai semakin mendesak untuk dapat segera disahkan.
Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar pemain Indonesia di Thailand Open 2026, di mana kembalinya pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana punya pasangan baru.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT