Tafsir Juz Amma Surat Al-Adiyat, Penjelasan Ustaz Firanda Andirja
- tim tvOne
Begitu pula ayat “falmughirati subha,” yang menggambarkan serangan di waktu pagi. Dalam tafsir kuda, ayat ini merujuk pada strategi perang di waktu subuh saat musuh lengah.
Sedangkan dalam tafsir unta, ayat ini dimaknai sebagai perjalanan jamaah haji dari Muzdalifah menuju Mina pada pagi hari.
Semua sumpah ini, tegas Ustaz Firanda, bertujuan untuk menekankan satu hal penting, yakni peringatan Allah kepada manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat selanjutnya, “Innal insaana li rabbihi lakanud.”
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada Rabb-nya,” jelasnya. Manusia kerap lupa bersyukur, lebih mengingat kesulitan daripada nikmat, serta lalai dalam ibadah meski telah diberi karunia yang melimpah.
Ustaz Firanda mencontohkan, seseorang bisa hidup sehat bertahun-tahun, namun ketika sakit sebentar, yang diingat hanyalah penderitaan, bukan nikmat kesehatan yang telah lama dirasakan. Sikap seperti inilah yang dicela dalam surat Al-Adiyat.
Allah juga menyebutkan bahwa manusia sangat mencintai harta. Dalam tafsir, kata “al-khair” dimaknai sebagai harta, karena orang Arab dahulu menganggap harta sebagai sumber segala kebaikan.
Masalahnya bukan pada kepemilikan harta, tetapi pada cinta yang berlebihan hingga melahirkan sifat kikir, lalai ibadah, dan bahkan terjerumus dalam maksiat.
Rasulullah SAW pun mengingatkan, “Celakalah hamba dinar dan dirham,” yakni orang yang menjadikan harta sebagai tujuan hidup dan seolah-olah menyembahnya.
Surat Al-Adiyat kemudian ditutup dengan peringatan tentang hari kebangkitan, ketika seluruh isi hati akan dibongkar dan ditampakkan. Tidak ada lagi yang tersembunyi, baik keikhlasan, kesombongan, iri, maupun niat buruk.
“Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha Mengetahui,” menegaskan bahwa balasan Allah dibangun di atas ilmu-Nya yang sempurna dan detail terhadap seluruh amal perbuatan manusia.
Melalui Surat Al-Adiyat, Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak menjadi makhluk yang ingkar, cinta dunia secara berlebihan, dan lalai bersyukur.
Belajarlah dari kuda dan unta yang hanya diberi sedikit, namun mampu menunjukkan kesetiaan dan pengorbanan luar biasa kepada tuannya.
Load more