Apakah Benar saat Puasa Ramadhan Tidak Boleh Sikat Gigi?
- dok.kolase tvOnenews.com /freepik-yt tvone
Sebagaimana disampaikan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain sebagai berikut.
ŁŁ ŁŲ±ŁŁŲ§ŲŖ Ų§ŁŲµŁŁ Ų«ŁŲ§Ų«Ų© Ų¹Ų“Ų±: أ٠ŁŲ³ŲŖŲ§Ł ŲØŲ¹ŲÆ Ų§ŁŲ²ŁŲ§Ł
Artinya, āHal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,ā (Lihat Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadiāin, Cetakan Al-Maarif, Bandung, Halaman 195).
Sehingga, kenapa bersiwak atau berkumur termasuk makruh? karena pembersihan mulut di saat puasa merupakan tindakan menyalahi yang utama.Ā
Utamanya untuk mendiamkan mulut dan aromanya yang kurang sedap apa adanya. Aroma ini yang lebih disukai Allah di hari Kiamat kelak.
Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam karyanya Isāadur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq menyebutkanĀ
ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł ŲØŲ¹ŲÆ Ų§ŁŲ²ŁŲ§Ł ŁŁŲµŲ§Ų¦Ł ŁŲ®ŲØŲ± "ŁŲ®ŁŁŁ" أ٠ŁŲŖŲŗŁŲ± "ŁŁ Ų§ŁŲµŲ§Ų¦Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ§Ł Ų© Ų£Ų·ŁŲØ Ų¹ŁŲÆ Ų§ŁŁŁ Ł Ł Ų±Ų§Ų¦ŲŲ© Ų§ŁŁ Ų³Ł".
Artinya, āBagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zhuhur berdasarkan hadits, āPerubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik,āā (Lihat Isāadur Rafiq, Cetakan Al-Hidayah, Surabaya, Juz I, Halaman 117).(klw)
waallahualam
Ā
Load more