GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hukum Merayakan Malam Nisfu Syaban, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

Ustaz Khalid Basalamah mengupas soal hukum merayakan malam Nisfu Syaban. Menurutnya, tidak masalah asalkan tidak terlampau berlebihan dari syariat agama Islam.
Rabu, 28 Januari 2026 - 00:17 WIB
Ilustrasi Malam Nisfu Syaban
Sumber :
  • Ilustrasi/istockphoto

Jakarta, tvOnenews.com - Malam Nisfu Syaban sering dikenal sebagai malam di pertengahan, tepatnya jatuh pada tanggal 15 bulan Syaban. Adapun malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada tanggal 2 Februari 2026.

Menariknya, malam Nisfu Syaban sering dirayakan secara berlebihan oleh sebagian umat Muslim. Walau begitu, perayaan ini seperti memperbanyak getaran amalan dan ibadah, yasinan, hingga shalat sunnah berjamaah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tradisi merayakan malam Nisfu Syaban sering kali terjadi di tengah masyarakat, khususnya umat Muslim Indonesia. Tujuannya untuk pengagungan malam istimewa tersebut.

Ustaz Khalid Basalamah mendapat pertanyaan terkait, 'Hukum merayakan malam Nisfu Syaban?'. Ia tidak menyalahkan penghidupan malam Nisfu Syaban, hanya saja banyak yang salah mengartikan makna perayaan tersebut.

"Ini banyak Muslimin memang yang menyalahgunakan. Jadi, mereka tidak memilah mana dalil yang shahih dan lemah, apalagi hadis-hadis yang palsu," ujar Ustaz Khalid Basalamah dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Ghoinfa TV, Selasa (27/1/2026).

Ilustrasi Seorang Muslim sedang Lakukan Amalan di Malam Nisfu Syaban
Ilustrasi Seorang Muslim sedang Lakukan Amalan di Malam Nisfu Syaban
Sumber :
  • Ilustrasi/Freepik

Ia mendapat pertanyaan semisal kalangan umat Muslim berbondong-bondong pergi ke masjid. Tujuannya untuk meramaikan malam Nisfu Syaban dengan kepercayaan atau tradisi masing-masing.

"Sambil membawa air mineral untuk didoakan. Ada yang baca Surat Yasin tiga kali berjamaah dengan diniatkan untuk panjang umur, memperoleh rezeki, lalu dilanjutkan shalat sunnah," tuturnya.

Dari contoh tersebut, Ustaz Khalid Basalamah mulanya menyinggung terkait shalat khusus di Nisfu Syaban. Ia bahkan bertanya-tanya mengenai fenomena tersebut.

"Shalat di malam Nisfu Syaban secara khusus di Indonesia. Itu enggak ada, hadisnya palsu itu. Yang ada memang adalah Fadilah mengerjakan shalat malam di Nisfu Syaban," jelasnya.

Ia menegaskan, justru shalat yang harus diperbanyak terkait shalat sunnah sehari-hari. Contoh sederhananya memperbanyak shalat Tahajud di momen tersebut membawa keistimewaan.

"Tahajud seperti biasa. Tapi, khusus malam Nisfu Syaban itu punya Fadilah karena disebutkan dalam sebuah riwayat shahih Aisyah RA," terangnya.

Merujuk dari buku Manajemen Cinta Sang Nabi Muhammad SAW karya Sopia Muhammad, kala itu Siti Aisyah RA terbangun dari tidurnya pada suatu malam. Ia kaget Rasulullah SAW tidak berada di sisinya, sehingga hatinya memunculkan rasa cemburu.

Aisyah RA sampai menyambangi tempat tinggal istri Rasulullah lainnya. Justru Rasulullah SAW tidak berada di sana dan menemukan sang suami di dalam masjid.

Rasuulullah SAW bertanya kepada Aisyah RA, "Kau cemburu lagi, Aisyah? Apakah kamu khawatir, Allah dan Rasul-Nya akan berbuat aniaya padamu? Ini malam Nisfu Syaban, Aisyah?."

Dalam momen itu, Rasulullah SAW justru mengajak Aisyah RA untuk menghidupkan malam-malam istimewa. Hal ini sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, ketimbang memilih tidur bersamanya.

"Ini hadis yang shahih gitu. Memang dianjurkan oleh para ulama, mereka mendirikan shalat malam di malam Nisfu Syaban, tapi itu shalat Tahajud, tidak ada malam khusus, tidak ada shalat khusus namanya malam Nisfu Syaban," tegasnya.

Terkait amal ibadah di Nisfu Syaban, Ustaz Khalid Basalamah juga menegaskan, tidak ada pengkhususan penamaan atau mengerjakan ibadahnya. Ia mencontohkan puasa sunnah di Nisfu Syaban, itu menjadi bagian puasa umum terletak pada Puasa Ayyamul Bidh.

"Kalaupun Nisfu Syaban di hari ke-15 dan kita tahu ada Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15. Itu kita melanjutkan puasa tiga hari. Tapi, hal itu tidak diniatkan khusus puasa Nisfu Syaban, khusus puasa itu karena memang secara umum, Nabi SAW berpuasa sebulan penuh di bulan Syaban," paparnya.

Ustaz Khalid Basalamah berpesan agar tidak terjerat pada kepercayaan melampaui syariat agama Islam. Menurutnya, hal itu sangat berbahaya hanya perkara mengikuti tradisi di lingkungan sekitar.

"Kalau kita mau mengaku pengikut Nabi Muhammad SAW yang murni, maka tidak mengamalkan yang tidak dicontohkan oleh Nabi SAW. Apalagi membawa air, kemudian secara khusus dibacakan atau dihidupkan dengan Surat Yasin itu belum ada contoh," pesan dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini keliru, nggak boleh. Jangan tambah-tambah (ajaran) agama. Untuk itu, biarkan dalam keadaan murni, sedangkan murni saja sudah banyak sekali kita tinggalkan apalagi kalau ditambah-tambah," sambungnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kalahkan Uzbekistan, Filipina Back to Back Lolos Piala Dunia Wanita 2027

Kalahkan Uzbekistan, Filipina Back to Back Lolos Piala Dunia Wanita 2027

Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Filipina karena berhasil lolos ke Piala Dunia Wanita untuk kedua kalinya secara beruntun. 
Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta Tak Terlihat, Lebaran Resmi 21 Maret 2026?

Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta Tak Terlihat, Lebaran Resmi 21 Maret 2026?

Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Lebaran 2026, Kamis (19/3/2026).
Erick Thohir Pantau Kondisi Lapangan Stadion GBK, Pastikan Kesiapan Gelar FIFA Series 2026

Erick Thohir Pantau Kondisi Lapangan Stadion GBK, Pastikan Kesiapan Gelar FIFA Series 2026

Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk FIFA Series 2026 dengan menjamu St Kitts and Nevis, Bulgaria dan Kepulauan Solomon pada 27 dan 31 Maret 2026 mendatang. 
Islam Makhachev Tanggapi Tuduhan Perbedaan Berat Badan saat Lawan Dustin Poirier Tahun 2024

Islam Makhachev Tanggapi Tuduhan Perbedaan Berat Badan saat Lawan Dustin Poirier Tahun 2024

Islam Makhachev akhirnya angkat bicara terkait tudingan perbedaan berat badan saat menghadapi Dustin Poirier di UFC 302. Ia membantah tuduhan soal bobotnya.
Cerita Kanwil Kemenag DKI Pantau Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Singgung Polusi Udara

Cerita Kanwil Kemenag DKI Pantau Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Singgung Polusi Udara

Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, mulai melakukan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Lebaran 2026.
Kemenag Sebut Posisi Hilal Indonesia Belum Memenuhi Kriteria, 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh Hari Sabtu

Kemenag Sebut Posisi Hilal Indonesia Belum Memenuhi Kriteria, 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh Hari Sabtu

Kemenag menyebut posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria baru kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Trending

RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Resmi, Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

AFC resmi jatuhkan sanksi untuk Persib Bandung usai laga panas kontra Ratchaburi FC.
Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tuntas berlangsung di Arab Saudi.
Umat Muhammadiyah Rayakan Lebaran Besok Jumat 20 Maret 2026

Umat Muhammadiyah Rayakan Lebaran Besok Jumat 20 Maret 2026

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 besok.
Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria mengungkap bahwa sebuah tim top Liga Inggris dan satu dari kasta kedua Liga Jerman “cemberut” kepada Indonesia. Hal ini beriringan dengan keputusan pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov.
Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Lebaran sebentar lagi, jelang Hari Raya Idul Fitri terdengar lantunan takbir sebagai bentuk kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT