News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Pernah Berhaji, Apakah Wajib Dipanggil Pak Haji atau Bu Hajjah?

Sudah pernah melaksanakan ibadah haji, apakah wajib dipanggil Pak Haji atau Bu Hajjah? Simak penjelasan Buya Yahya tentang panggilan tersebut.
Rabu, 4 Februari 2026 - 03:28 WIB
Ilustrasi haji
Sumber :
  • tvonenews

tvOnenews.com - Di tengah masyarakat Indonesia, kepulangan seseorang dari Tanah Suci hampir selalu diiringi perubahan panggilan. 

Nama yang dulu sederhana, kini bertambah “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Undangan acara diganti, papan nama rumah diperbarui, bahkan sapaan di warung pun ikut berubah.

Namun, tak jarang muncul situasi canggung. Ada yang merasa sungkan memanggil “Pak Haji”, ada pula yang justru tersinggung ketika tidak dipanggil demikian. 

Di sisi lain, ada orang yang merasa gelar itu terlalu dibesar-besarkan, sementara sebagian lainnya diam-diam berharap mendapat panggilan tersebut sebagai bentuk penghormatan.

Lalu, bagaimana sebenarnya adab yang benar dalam menyikapi panggilan “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”? Apakah itu kewajiban, atau sekadar tradisi sosial?

Ilustrasi ibadah haji.
Ilustrasi ibadah haji.
Sumber :
  • Antara

Tradisi yang Lahir dari Husnuzan

Buya Yahya menjelaskan bahwa kebiasaan memanggil “Pak Haji” di Indonesia pada dasarnya berangkat dari husnuzan, prasangka baik kepada sesama muslim.

“Karena kita melihat orang haji, kita husnuzan bahwa dia telah menjadi tamu Allah, orang yang dipilih oleh Allah,” ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Menurutnya, rasa senang melihat orang pulang haji justru pertanda kebaikan dalam hati.

“Kalau Anda senang melihat orang pulang haji, itu tanda-tanda akan segera bisa nyusul,” katanya.

Sebaliknya, Buya Yahya mengingatkan agar berhati-hati dengan perasaan iri atau dengki ketika melihat orang lain berhaji.

“Ada orang lihat orang haji marah, dengki. Maka dia tidak akan bisa haji. Kalau pun haji atau umrah, umrahnya jor-joran, bukan karena Allah,” tegasnya.

Memanggil Pak Haji, Salah atau Tidak?

Dalam pandangan Buya Yahya, memanggil seseorang dengan sebutan “Pak Haji” bukanlah sebuah kesalahan.

“Kalau ada tetangga dipanggil Haji, nggak ada masalah. Apa sih salahnya? Manggil aja,” ujarnya santai.

Panggilan tersebut, menurut Buya Yahya, sudah menjadi kebiasaan sosial yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan.

Namun, Buya Yahya juga mengingatkan agar panggilan ini tidak berubah menjadi sumber kesombongan atau rasa bangga berlebihan.

“Setan menggoda, merusak hati kita. Sebab ibadah yang andalannya tanda orang kaya hanya ibadah haji saja, pakai duit banyak, luar negeri, pesawat,” ungkapnya.

Jika Tidak Dipanggil, Jangan Gelisah

Menariknya, Buya Yahya justru memberi penekanan kuat kepada orang yang sudah berhaji agar menjaga hati jika tidak dipanggil “Pak Haji”.

“Kalau Anda tiba-tiba sudah haji, nggak dipanggil Pak Haji, yang nyantai. Jangan bilang ‘saya sudah haji’,” pesannya.

Ia bahkan menyinggung fenomena di masyarakat ketika gelar haji dianggap begitu penting hingga memengaruhi hal-hal sepele.

“Itu kartu undangan bisa dirombak gara-gara nggak ada Pak Hajinya,” ujar Buya Yahya sambil mengingatkan agar umat tidak terjebak pada simbol.

Menurutnya, esensi haji bukan pada gelar, melainkan pada perubahan hati dan akhlak.

“Menjaga hati itu penting. Jangan marah, jangan gelisah, jangan sedih kalau tidak dipanggil Pak Haji,” katanya.

Menjaga Dua Hati Sekaligus

Buya Yahya menutup penjelasannya dengan pesan keseimbangan antara menjaga hati orang lain dan menjaga hati sendiri.

“Kita jaga hati orang agar tidak sakit, dan jaga hati kita agar tidak sombong,” tuturnya.

Artinya, memanggil “Pak Haji” boleh saja sebagai bentuk penghormatan dan tradisi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, bagi yang dipanggil, jangan sampai panggilan itu menjadi sumber kesombongan. 

Dan bagi yang tidak memanggil, pastikan bukan karena iri atau dengki. (gwn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Belum terungkap sosok yang ditangkap kali ini.
Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Dua warga negara (WN) Cina berinisial WM dan LJ diamankan oleh petugas Bandara Internasional Juanda bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya setelah diduga melakukan pencurian di dalam pesawat pada penerbangan Citilink rute Jakarta–Surabaya. Keduanya kini terancam dideportasi.
Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Efek kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal menimbulkan efek domino, salah satunya membuat Ronaldo murka. Jurnalis Arab pun membongkar kelakuan Benzema di balik transfer kontroversialnya itu.
Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menekankan pentingnya tertib administrasi pertanahan guna mencegah konflik dan praktik mafia tanah.
5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

Mulai dari informasi terselubung Rizky Ridho sampai punya garis keturunan Bandung mengiringi fakta-fakta dibalik transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta.
Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Ketum Kadin Anindya Bakrie menilai, transisi hijau justru membuka peluang investasi, industrialisasi, hingga penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT