Jangan Salah Kaprah, Begini Pandangan Islam soal Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Puasa Ramadhan
- dok.kolase tvonenews.com/YouTube tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com- Bulan suci ramadhan 2026 kian terasa dekat. Sebab sudah banyaknya masyarakat melakukan ziarah kubur.
Seperti diketahui, tradisi ziarah kubur umum dijumpai di Indonesia, terlebih di daerah-daerah menjelang ramadhan. Lantas, bagaimana hukum ziarah kubur sebelum Ramadhan dalam Islam?.
Sehubungan dengan pertanyaan tersebut, tradisi ziarah kubur pernah dijelaskan oleh Ustaz Khalid Basalamah.
Mengutip dari kanal YouTube Ustaz Khalid Basalamah, ia menegaskan bahwa ziarah kubur pada dasarnya termasuk dalam sunnah Nabi.

- dok.kolase tvonenews.com/YouTube tvOnenews
"Ziarah kubur adalah sunnah Nabi, itu dulu harus kita pahami," ujar Ustaz Khalid Basalamah tentang nyekar sebelum Ramadhan, dikutip Sabtu (7/2).
Tradisi ziarah kubur ini, disebut tidak dibatasi atau dikhususkan kapan atau dibatasi oleh waktu tertentu.
Perkiraan secara global bulan suci ramadhan 2026 tiba di waktu 18 Februari 2026, di Indonesia masih menunggu sidang Isbat Kementerian Agama.
"Hanya memang ziarah kuburan ini tidak ada penentuan waktu, kapan saja," jelas Ustaz Khalid Basalamah.
"Tapi usahakan jangan momentumnya habis Idul Fitri, kapan saja, kalau bertepatan memang pas Idul Fitri punya waktu luang, itu hak anda," sambungnya.
Lebih lanjut, kata Ustaz Khalid melakukan ziarah kubur sudah menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Sehingga tidak ada larangannya.
Namun perlu dicatat, hal yang diharamkan, jika melakukannya tidak sesuai syariat, misalnya meminta-minta kepada ahli kubur.
"Nabi Muhammad SAW sering kali dalam sepekan, dua kali menziarahi kuburan para sahabat. Nabi kadang-kadang beberapa pekan dalam sebulan menziarahi syuhada Uhud, dan beliau mengucapkan salam," lanjutnya.
"Tidak bisa kita katakan itu haram, itu bagian daripada syariat, kecuali memang yang dilakukan adalah dzikir-dzikir yang jauh dari agama atau jauh dari sunnah Nabi SAW," pesan Ustaz Khalid Basalamah.

- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Sebagai tambahan, Ustaz Adi Hidayat juga pernah menyampaikan soal tradisi ziarah kubur yang sempat dilarang Nabi Muhammad SAW. Lalu kemudian sekarang diperbolehkan.
Kenapa dilarang? Bukan tidak boleh ziarah. Larangannya, karena ketika ada orang meninggal tradisi yanglebih kuat daripada awal-awal keislaman.
Sehingga iman yang harusnya muncul, terbatasi oleh nilai-nilai tradisi tadi seperti ada jasa penyedia orang menangis. Maka setelah imannya kuat, akan bisa membedakan mana diskusi, mana ngobrol, mana doa.
Darisitulah kemudian muncullah sabda Nabi Muhammad SAW
"Dulu saya larang kalian ziarah kubur, karena dikhawatirkan kalian meratap, minta-minta pada yang tidak baik. Sekarang ziarahi, sekrang ziarah kubur hukumnya boleh".
"Jadi jika Anda dikenal dengan orang buruk, ah sewa jasa orang nangis, rombongan. Untuk nangis saja, meratap, ada itu zaman jahiliyah," terangnya dikutip dari YouTube Audio Dakwah.
"Biasa itu muncul dari kebiasaan, kebiasaan itu akan menjadi tradisi nantinya. Maka ketia ada tradisi itu kuat di masyarakat, iman masih lemah," papar Ustaz Adi Hidayat mengingatkan Masy jangan salah memahami tujuan ziarah kubur.
Perlu diketahui, ziarah kubur ini menumbuhkan kesadaran setiap umat muslim bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara. Setiap manusia, tanpa terkecuali, akan berpindah ke alam barzakh sebelum menuju akhirat.
Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:"Kunjungilah kubur, karena itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR. Muslim).(klw)
wallahualam
Load more