Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa, tapi Merusak Pahalanya
- Pexels/RDNE Stock project
Beberapa hal yang termasuk merusak pahala puasa antara lain:
? Berkata Kotor
Puasa berfungsi sebagai perisai. Karena itu, ucapan harus dijaga.
“Puasa itu perisai dari hal-hal yang tidak baik. Maka orang puasa, jangan berkata kotor,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ucapan kasar, makian, dan perkataan yang menyakiti orang lain dapat menggerogoti pahala puasa tanpa disadari.
? Berperilaku Tidak Pantas
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ada tindakan yang mungkin tidak langsung berdosa, tetapi dapat memicu prasangka buruk atau mendorong orang lain berbuat salah.
Sebagai ilustrasi, ia mencontohkan perilaku yang tidak sesuai kepantasan usia atau situasi, sehingga memancing cibiran dan prasangka.
Dalam konteks puasa, sikap semacam ini bertentangan dengan semangat menjaga kehormatan diri.
? Mencela dan Berselisih
Mudah terpancing emosi, gemar merendahkan, atau terlibat konflik juga termasuk hal yang merusak pahala. Puasa seharusnya melatih kesabaran, bukan memperuncing pertengkaran.
? Dusta dan Ghibah
Berbohong, bergosip, serta membicarakan keburukan orang lain menjadi ancaman serius bagi pahala puasa.
Ustaz Adi Hidayat menggambarkan dampaknya dengan perumpamaan sederhana namun tajam.
Bayangkan seseorang memperoleh pahala puasa penuh, tetapi di saat yang sama melakukan berbagai pelanggaran lisan dan sikap.
Akumulasi dosa itu bisa menghapus nilai pahala yang didapatkan.
“Tidak sedikit orang puasa tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali lapar dan haus saja,” ujar Ustaz Adi Hidayat, mengingatkan tentang sabda Rasulullah SAW.
Artinya, secara lahiriah berpuasa, tetapi secara batiniah kehilangan esensi ibadah.
Allah Tidak Membutuhkan Puasa yang Kosong Nilai
Lebih jauh, Ustaz Adi Hidayat juga menyinggung pesan dalam sebuah hadis.
“Allah tidak membutuhkan puasa seseorang yang memperbanyak dosa dalam puasanya,” ujarnya.
Pesan ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya ritual fisik, melainkan ibadah yang menuntut pengendalian diri secara menyeluruh: lisan, sikap, dan hati.
Menjelang Ramadhan 2026, persiapan terbaik bukan hanya soal menu sahur atau jadwal buka puasa, tetapi juga kesiapan menjaga diri dari hal-hal yang merusak pahala.
Sebab, merugi dalam ibadah adalah kerugian yang paling besar.
Load more