Bingung Adzan Maghrib di Beberapa Masjid Beda Waktu, Harus Ikut yang Mana? Ini Penjelasan Buya Yahya
- Istimewa
tvOnenews.com - Fenomena perbedaan waktu adzan Maghrib di sejumlah masjid kerap membuat sebagian umat Muslim kebingungan, terutama saat Ramadhan.
Dalam satu wilayah yang sama, ada masjid yang sudah mengumandangkan adzan, sementara masjid lain baru beberapa menit kemudian.
Lantas, mana yang seharusnya diikuti untuk berbuka puasa?
Menjawab persoalan ini, Buya Yahya memberikan penjelasan yang tegas.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa berbuka sebelum waktunya memang dapat membatalkan puasa jika secara jelas matahari masih terlihat.
“Berbuka belum waktunya menjadikan sebab batal puasa kalau terang-terangan matahari masih kelihatan, dia berbuka,” jelasnya.

- iStockPhoto
Namun bagaimana jika seseorang tidak dapat melihat langsung posisi matahari, misalnya karena tinggal di daerah berbukit atau tertutup bangunan?
Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam kondisi tersebut, seseorang boleh berbuka berdasarkan ijtihad atau perkiraan yang kuat.
“Kalau orang tidak melihat matahari karena tinggal di bukit atau lainnya, lalu bukanya melalui ijtihad. Terserah mau mengikuti yang mana, yang paling pertama boleh,” terangnya.
Artinya, jika ada dua adzan yang waktunya berdekatan, adzan pertama boleh diikuti selama masjid tersebut terpercaya dan memiliki jadwal yang jelas.
Meski demikian, ia memberikan catatan penting. Jika setelah berbuka ternyata diketahui secara pasti bahwa adzan tersebut dikumandangkan sebelum masuk waktu Maghrib, maka puasanya batal.
“Yang menjadikan batal itu kalau setelah kita berbuka terungkap ternyata adzan tadi belum masuk maghrib,” ujar Buya Yahya.
Namun jika kesalahan itu tidak pernah terbukti, maka puasa tetap dianggap sah.
“Selagi tidak tahu, tidak batal. Selagi tidak terbukti maka dianggap sah,” tegas Buya Yahya.

- Pixabay
Buya Yahya juga mengingatkan para muazin agar benar-benar berhati-hati dalam menentukan waktu adzan.
Kesalahan kecil bisa berdampak besar bagi banyak orang yang menunggu waktu berbuka.
“Hendaknya benar-benar memperhatikan tentang waktu. Selagi kita masih di hamparan yang lapang, tolong langsung lihat matahari di ufuk barat sana, kalau terbenam langsung adzan,” pesannya.
Buya Yahya bahkan mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap sumber informasi waktu berbuka, termasuk siaran radio yang pernah melakukan kesalahan.
Load more