News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bingung Adzan Maghrib di Beberapa Masjid Beda Waktu, Harus Ikut yang Mana? Ini Penjelasan Buya Yahya

Bingung waktu berbuka puasa karena adzan maghrib di beberapa masjid beda waktu, harus ikut yang mana? Berikut penjelasan Buya Yahya.
Kamis, 26 Februari 2026 - 04:25 WIB
Ilustrasi Masjid Istiqlal
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Fenomena perbedaan waktu adzan Maghrib di sejumlah masjid kerap membuat sebagian umat Muslim kebingungan, terutama saat Ramadhan. 

Dalam satu wilayah yang sama, ada masjid yang sudah mengumandangkan adzan, sementara masjid lain baru beberapa menit kemudian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, mana yang seharusnya diikuti untuk berbuka puasa?

Menjawab persoalan ini, Buya Yahya memberikan penjelasan yang tegas.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa berbuka sebelum waktunya memang dapat membatalkan puasa jika secara jelas matahari masih terlihat.

“Berbuka belum waktunya menjadikan sebab batal puasa kalau terang-terangan matahari masih kelihatan, dia berbuka,” jelasnya.

Ilustrasi buka puasa Ramadhan
Ilustrasi buka puasa Ramadhan
Sumber :
  • iStockPhoto

Namun bagaimana jika seseorang tidak dapat melihat langsung posisi matahari, misalnya karena tinggal di daerah berbukit atau tertutup bangunan?

Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam kondisi tersebut, seseorang boleh berbuka berdasarkan ijtihad atau perkiraan yang kuat.

“Kalau orang tidak melihat matahari karena tinggal di bukit atau lainnya, lalu bukanya melalui ijtihad. Terserah mau mengikuti yang mana, yang paling pertama boleh,” terangnya.

Artinya, jika ada dua adzan yang waktunya berdekatan, adzan pertama boleh diikuti selama masjid tersebut terpercaya dan memiliki jadwal yang jelas.

Meski demikian, ia memberikan catatan penting. Jika setelah berbuka ternyata diketahui secara pasti bahwa adzan tersebut dikumandangkan sebelum masuk waktu Maghrib, maka puasanya batal.

“Yang menjadikan batal itu kalau setelah kita berbuka terungkap ternyata adzan tadi belum masuk maghrib,” ujar Buya Yahya.

Namun jika kesalahan itu tidak pernah terbukti, maka puasa tetap dianggap sah.

“Selagi tidak tahu, tidak batal. Selagi tidak terbukti maka dianggap sah,” tegas Buya Yahya.

Ilustrasi Adzan
Ilustrasi Adzan
Sumber :
  • Pixabay

Buya Yahya juga mengingatkan para muazin agar benar-benar berhati-hati dalam menentukan waktu adzan. 

Kesalahan kecil bisa berdampak besar bagi banyak orang yang menunggu waktu berbuka.

“Hendaknya benar-benar memperhatikan tentang waktu. Selagi kita masih di hamparan yang lapang, tolong langsung lihat matahari di ufuk barat sana, kalau terbenam langsung adzan,” pesannya.

Buya Yahya bahkan mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap sumber informasi waktu berbuka, termasuk siaran radio yang pernah melakukan kesalahan.

“Radio pun harus waspada, yang biasa salah jangan didengar... Kalau sudah tahu seperti itu jangan diikuti, bahaya,” katanya.

Meski begitu, ia mengimbau agar umat Islam tidak mempersulit diri sendiri dalam hal ini. 

Jika adzan dikumandangkan oleh masjid yang terpercaya, memiliki jadwal resmi, dan muazinnya dikenal berhati-hati, maka tidak perlu ragu untuk mengikutinya.

“Selagi sudah adzan, masjidnya bisa dipercaya, ada jadwalnya, terkenal tukang adzannya adalah orang yang berhati-hati, ya sudah nggak usah pusing,” ujarnya.

Namun jika ada adzan yang terlalu jauh mendahului waktu, misalnya sampai setengah jam lebih awal, maka itu patut dicurigai dan sebaiknya tidak diikuti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan penjelasan ini, umat Islam diharapkan lebih tenang menyikapi perbedaan waktu adzan. 

Prinsip kehati-hatian dan kepercayaan pada sumber yang valid menjadi kunci agar ibadah puasa tetap sah dan hati pun tetap tenteram. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BMKG: Benda Bercahaya di Langit Malang Bukan Rudal, Melainkan Sampah Antariksa

BMKG: Benda Bercahaya di Langit Malang Bukan Rudal, Melainkan Sampah Antariksa

BMKG menyebut benda bercahaya di sekitar Kabupaten Malang, Jawa Timur, bukanlah rudal, melainkan sampah antariksa atau roket yang terbakar saat memasuki atmosfer.
Walau Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Bawakan Kabar Superbahagia dari FFI

Walau Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Bawakan Kabar Superbahagia dari FFI

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyoroti langkah strategis yang diambil Federasi Futsal Indonesia (FFI) sepanjang gelaran Piala AFF Futsal 2026
Jusuf Kalla Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah

Jusuf Kalla Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik resmi melaporkan JK ke SPKT Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam, terkait ceramah.
Reaksi Netizen Belanda usai Justin Hubner Semprot NAC Breda Gara-Gara Tersandung Masalah Paspor

Reaksi Netizen Belanda usai Justin Hubner Semprot NAC Breda Gara-Gara Tersandung Masalah Paspor

Para netizen Belanda memberikan respons terhadap pernyataan Justin Hubner. Sang pemain Timnas Indonesia menyemprot NAC Breda setelah tersandung masalah paspor.
Terpopuler News: Harta Kepala Samsat Bandung yang Dicopot Dedi Mulyadi Dikuliti Netizen, hingga KDM Jawab Tantangan Wagub Kalbar

Terpopuler News: Harta Kepala Samsat Bandung yang Dicopot Dedi Mulyadi Dikuliti Netizen, hingga KDM Jawab Tantangan Wagub Kalbar

Usai dinonaktifkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, harta kekayaan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung dikuliti netizen. Jawaban tantangan Wagub Kalbar
Dipanggil Lagi ke Timnas Indonesia U-17, Mierza Firjatullah Bicara Jujur soal Main untuk Nova Arianto dan Kurniawan

Dipanggil Lagi ke Timnas Indonesia U-17, Mierza Firjatullah Bicara Jujur soal Main untuk Nova Arianto dan Kurniawan

Pemain Timnas Indonesia U-17, Mierza Firjatullah, berbicara soal bermain untuk kedua pelatihnya. Dia sempat merasakan era Nova Arianto dan kini akan menjadi tulang punggung Kurniawan Dwi Yulianto.

Trending

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Penertiban bangunan liar di Lembang oleh Dedi Mulyadi justru disambut positif pedagang. Ini karena dapat Kompensasi modal usaha dan pembukaan rekening.
Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia mengusung misi besar yakni mematahkan kutukan enam kali runner-up dan membawa pulang trofi juara -
2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

John Herdman berbunga-bunga setelah dua calon striker naturalisasi Timnas Indonesia yaitu Luke Vickery dan Dean Zandbergen kompak borong gol di luar negeri.
Perakit Senpi Ilegal 'Ki Bedil' yang Beraksi Selama 20 Tahun Dibekuk Bareskrim

Perakit Senpi Ilegal 'Ki Bedil' yang Beraksi Selama 20 Tahun Dibekuk Bareskrim

Baru-baru ini Satresmob Bareskrim Polri bekuk TS alias Ki Bedil, penjual sekaligus perakit senjata api (senpi) ilegal. Bahkan aksi Ki Bedil sudah berjalan
Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Semarang, Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Semarang, Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Lolos ke Grand Final

Jadwal final four Proliga 2026 pekan ini, di mana ada sejumlah big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska yang akan menentukan kelolosan Megawati Hangestri dan kawan-kawan di Seri Semarang.
Tidak Terima Ditertibkan Dedi Mulyadi, Kades Ini sampaikan Permintaan Khusus untuk 40 Relawan

Tidak Terima Ditertibkan Dedi Mulyadi, Kades Ini sampaikan Permintaan Khusus untuk 40 Relawan

Berikut permintaan khusus Kades yang menolak ditertibkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Dorong Transformasi Samsat Jawa Barat, Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Ribet Seperti di Bank

Dedi Mulyadi Dorong Transformasi Samsat Jawa Barat, Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Ribet Seperti di Bank

Dedi Mulyadi dorong transformasi Samsat Jawa Barat agar layanan pajak kendaraan lebih mudah, cepat, dan efisien seperti di bank demi meningkatkan pajak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT