GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengapa Lailatul Qadar Tidak Diketahui Waktu Pastinya? Buya Yahya: Kalau Diberi Tahu Berantakan Dunia

Buya Yahya ungkap alasan mengapa waktu pasti Lailatul qadar tidak diketahui pastinya, sebut bahwa hal ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya.
Senin, 9 Maret 2026 - 19:54 WIB
Ilustrasi Seorang Muslim Saat di Malam Lailatul Qadar
Sumber :
  • istockphoto

tvOnenews.com - Buya Yahya ungkap alasan mengapa waktu pasti lailatul qadar tidak diketahui waktu pastinya.

Melalui salah satu kajian yang ditayangkan di kanal YouTube miliknya, Buya Yahya menyebut bahwa para ulama sepakat malam Lailatul qadar terjadi di bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati demikian, tidak satu satu orang pun yang mengetahui kapan waktu pasti munculnya lailatul qadar.

Menurut penjelasan Buya, hal tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap umatnya.

"Itu tanda kasih sayang Allah, disembunyikan (waktu lailatul qadar), tidak diberi tahu," kata Buya.

"Kalau lailatul qadar diberitahu, maka berantakan dunia ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Buya juga menjelaskan alasan dibalik kenapa lailatul qadar tidak diketahui kapan waktu pastinya.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Buya Yahya

Jika waktu lailatul qadar waktunya sudah pasti, maka semua orang akan berbondong-bondong mencarinya. Mereka tidak akan melakukan aktivitas apa pun, warung-warung akan tutup, tidak akan ada orang yang memasak makanan, sopir tidak akan bekerja, semua orang akan meninggalkan aktivitas hariannya.

"Karena disembunyikan Allah, alhamdulillah disembunyikan. Jadi yang kerja, kerja, yang nyopir, nyopir begitu. Kalau dikasih tahu oleh Allah, 'lailatul qadar besok malam, wah bubar semuanya. Enggak ada orang mau kerja, lapar semuanya nanti'," papar Buya Yahya.

Maka dari itu, bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umatnya, Dia menyembunyikan waktu past munculnya lailatul qadar.

Namun, di 10 hari terakhir Ramadhan itu jadi waktu yang sangat diharap datangnya malam lailatul qadar.

"Kemudian di antara itu yang ganjil lebih ketat lagi, 21, 23, 25, 17 dan seterusnya 29. Menurut mazhab Imam Syafi'i 21 lebih banyak diharap, bukan dipastikan," kata Buya Yahya.

Meskipun malam ke-21 lebih banyak diharap, tetapi itu tidak bisa dijadikan patokan yang mutlak.

Itulah kenapa, meskipun sudah meningkatkan ibadah di malam ke-21, jangan sampai di malam-malam berikutnya ibadah jadi menurun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi malam Lailatul Qadar
Ilustrasi malam Lailatul Qadar
Sumber :
  • iStockPhoto

"Baginda Nabi kalau sudah memasuki 10 akhir Ramadan beliau membangunkan keluarganya dan beliau beribadah dengan lebih lebih banyak lagi. Itulah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Jangan sampai kita hanya memilih-milih," tutur Buya Yahya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa Indonesia resmi masuk dalam proses awal bidding Piala Dunia Futsal 2028 untuk menjadi tuan rumah ajang futsal dunia yang berada di bawah naungan FIFA.
Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri di mulut dengan cepat mengubah sisa gula menjadi asam yang dapat merusak enamel gigi. Tingginya
KPK Pastikan Masih Kejar Harun Masiku

KPK Pastikan Masih Kejar Harun Masiku

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih melakukan pengejaran terhadap buron kasus suap pergantian antar waktu, Harun Masiku.

Trending

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT