Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar
- Ilustrasi AI ChatGPT
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar tentu memiliki hikmah yang sangat besar. Syekh Fakhruddin al-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa Allah sengaja merahasiakan waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan besar agar manusia berlomba-lomba dalam beribadah dan tidak hanya beribadah pada waktu tertentu saja.
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari. Menurutnya, jika malam Lailatul Qadar ditentukan secara pasti, kemungkinan besar manusia hanya akan bersungguh-sungguh beribadah pada malam tersebut saja.
Dengan dirahasiakannya waktu malam itu, umat Islam terdorong untuk meningkatkan ibadah sepanjang malam di bulan Ramadhan.
Pendapat lain juga disampaikan oleh Syekh Nidzamuddin an-Nasibasuri dalam tafsir Graraib al-Quran wa Raghaib al-Furqan, sebagai berikut:
اَلْحِكْمَةُ فِيْ إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِيْ الْلَيِالِيْ كَالْحِكْمَةِ فِيْ إِخْفَاءِ وَقْتِ الْوَفَاةِ وَيَوْمِ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَرْغَبَ الْمُكَلَّفُ فِيْ الطَّاعَاتِ وَيَزِيْدَ فِيْ الْاِجْتِهَادِ وَلَا يَتَغَافَلَ وَلَا يَتَكَاسَلَ وَلَا يَتَّكِلَّ.
Artinya: “Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan adalah seperti dirahasiakannya kematian dan hari kiamat. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, dan tidak bermalas-malasan.”
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Setelah mengetahui hikmah besar di balik dirahasiakannya malam Lailatul Qadar, kita patut bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana kesungguhan ibadah kita selama bulan Ramadhan ini? Apakah dengan ibadah yang biasa-biasa saja kita dapat berharap meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan?
Load more