Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Idul Fitri, Kemenangan atas Hawa Nafsu hingga Awal Babak Perjalanan Baru
- freepik
Tak lupa, sholawat serta salam kepada Rasulullah SAW. Berkat beliau, kita istiqomah menjaga kejahatan jiwa dari kejahatan amal perbuatan hingga saat ini.
Sidang Jumat dimuliakan Allah,
Diketahui, kita sudah mendengar hasil Sidang Isbat dari pemerintah. Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 sebentar lagi akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dengan adanya Idul Fitri, kita harus bisa bagaimana merefleksikan diri atas keberhasilan kita setelah menahan syahwat dan memperkokoh kualitas keimanan dan ketakwaan pasca bulan Ramadhan.
Maka dari itu, khatib meminta izin mengambil penjelasan dalam seesi khutbah Jumat ini mengenai kemenangan sejati setelah berjuang melawan hawa nafsu hingga cara kita melangkah dalam perjalanan baru di kehidupan setelah melalui sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Secara umum, seluruh umat Islam di dunia sangat menantikan momentum Hari Raya Idul Fitri. Mereka yang sebentar lagi menyelesaikan kewajiban ibadah puasa dan lainnya selama di bulan Ramadhan, tentu begitu bahagia ketika bertemu dengan Lebaran.
Idul Fitri memiliki definisi kemenangan. Namun makna dari hari raya ini bukan berarti keluar dari kewajiban puasa, tetapi menunjukkan adanya keberhasilan saat menjaga hawa nafsu demi memperbaiki diri hingga memperkokoh kita sebagai insah lebih beriman dan bertakwa kepada-Nya.
Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 183, kita diperintahkan tentang puasa, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183)
Tafsir ayat 183 dalam Surat Al-Baqarah sudah sangat jelas, tujuan ibadah puasa yang paling utama menunjukkan bagaimana orang mukmin dapat memperoleh ketakwaan.
Load more