Jawab Pertanyaan Olla Ramlan, UAS Jelaskan Hukum Suami Istri Bercumbu di Malam Idul Fitri, Dosa atau Halal?
- Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official
"Saat agama Islam datang, maka puasa yang turun pada syariat Nabi Muhammad SAW, itu diperbolehkan," kata UAS.
Dengan adanya ayat tersebut, UAS menjelaskan, agama Islam memberikan keistimewaan bagi pasangan suami istri. Mereka mendapat kemudahan untuk berjima, baik sejak awal Ramadhan, malam Lailatul Qadar, maupun malam Idul Fitri.
Ia memaparkan, di balik kemudahan tersebut ada ketentuan yang harus dilakukan pasangan suami istri. Bagi mereka yang tidak mandi junub dan berbekal air wudhu sebelum tidur, tentu mendapat kemudahan membaca dzikir dan amalan lainnya.
Walau begitu, suami istri yang tidak mandi junub tetap dalam kondisi hadas besar. Hal ini membuat mereka dilarang tadarus maupun tilawah Al-Quran.
"Kalau berdzikir tetap boleh, kalau membaca sholawat itu tetap boleh," terangnya.
Untuk menghindari hal tidak diinginkan, UAS lebih menyarankan suami istri mandi wajib. Kegiatan itu sebagai ritual bersuci untuk menghilangkan hadas besar.
"Kalau yang paling afdhol, ya dia harus mandi. Kalau dia tidak mandi, maka dia berpikir (kondisi masih dalam keadaan hadas besar)," tegasnya.
Pendakwah asal Sumatera itu mengarahkan sebaiknya hubungan suami istri ditahan lebih dulu. Pasalnya Idul Fitri merupakan hari istimewa sehingga harus dimanfaatkan dengan amalan dan ibadah lainnya.
Apabila bercumbu sedari malam takbiran maupun 10 malam terakhir Ramadhan, UAS menyarankan agar pasangan suami istri itikaf. Kegiatan ini tentu mengandung keistimewaan untuk mencari Lailatul Qadar.
Jika tetap bersikeras berhubungan intim, UAS kembali mengingatkan ada dosa besar bagi yang bercampur badan saat melakukan itikaf, apalagi terjadi di tempat ibadah seperti masjid, musholah, dan sebagainya.
(hap)
Load more