Cara Menghindari Salaman Lawan Jenis saat Lebaran, Tetap Sopan dan Hindari Permusuhan
- Pexels/Alfatah Bilal Afdam
tvOnenews.com - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran selalu identik dengan suasana hangat penuh kebersamaan.Â
Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, momen Lebaran menjadi waktu yang dinanti untuk saling memaafkan, bersilaturahmi, hingga mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.Â
Salah satu tradisi yang paling umum dilakukan adalah berjabat tangan atau salaman sebagai simbol saling memaafkan.
Namun, di tengah tradisi tersebut, sebagian umat Muslim mulai lebih berhati-hati dalam menjaga batasan, terutama saat berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahram.Â
Lalu, bagaimana cara tetap menghormati tradisi tanpa melanggar prinsip yang diyakini?
- freepik
Menghindari Salaman Bukan Berarti Tidak Sopan
Dalam salah satu penjelasannya, Buya Yahya menyampaikan bahwa menghindari berjabat tangan dengan lawan jenis merupakan bagian dari menjalankan ilmu agama yang telah dipahami.
“Anda menghindari salaman untuk menjalankan ilmu yang Anda dapat. Boleh dan harus tidak bersalaman dengan lawan jenis. Maka caranya saja dan gak usah mikir yang lain,” ujar Buya Yahya.
Artinya, keputusan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap orang lain, melainkan upaya menjaga diri sesuai ajaran yang diyakini.
Tetap Ramah dan Penuh Senyuman
Meski tidak bersalaman, sikap ramah tetap harus diutamakan.Â
Buya Yahya menekankan pentingnya menjaga ekspresi dan cara berinteraksi.
“Asalkan cara Anda benar, saat tidak bersalaman tetap tampak wajah yang ceria, sapaan yang baik,” kata Buya Yahya.
Senyuman tulus dan sapaan hangat seperti menanyakan kabar bisa menjadi pengganti yang lebih berkesan.Â
Hal ini justru memperlihatkan adab yang baik tanpa harus bersentuhan secara fisik.
- pexels.com/Alfatah Bilal Afdam
Sudah Mulai Dipahami di Masyarakat
Seiring waktu, kebiasaan ini semakin dipahami oleh banyak orang.Â
Tidak sedikit yang sudah mengerti bahwa menghindari sentuhan dengan lawan jenis adalah bagian dari menjaga nilai kebaikan.
“Orang juga sudah ngerti… hampir orang pada tahu bahwasanya ini adalah suatu kebaikan,” tambahnya.
Dalam beberapa budaya, cara ini bahkan sudah cukup familiar sehingga tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman.
Kunci Utama: Adab dan Cara
Menjaga prinsip dalam berinteraksi saat Lebaran bukanlah hal yang sulit jika dibarengi dengan adab yang baik.Â
Tidak bersalaman bukan berarti menjauh, melainkan tetap menjalin silaturahmi dengan cara yang santun.
Dengan senyuman, sapaan hangat, dan sikap penuh hormat, makna Idul Fitri sebagai momen saling memaafkan tetap bisa dirasakan secara utuh, bahkan tanpa sentuhan sekalipun. (gwn)
Load more