Teks Khutbah Jumat 27 Maret 2026 Singkat: Jangan Kendor usai Ramadhan, Syawal Bulan Peningkatan
- freepik.com
Namun setelah bulan Ramadhan banyak orang Islam yang terlena dan lalai dalam semangat ibadahnya. Al-Quran menerangkan bahwa manusia adalah makhluk yang “inkonsisten”. Allah SWT telah mengilhamkan kepada manusia itu sifat fujur dan taqwa. Sebagaimana dalam QS. As-Syams ayat 8:
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
Artinya: “lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,” (QS. As Syam: 8)
Berdasarkan ayat ini, sifat yang melekat pada manusia ada dua macam yaitu sifat baik dan sifat buruk. Pada diri manusia terdapat potensi keduanya, dan manusialah yang menentukan arah hidupnya.
Bahaya Lalai dan Ghoflah dalam Kehidupan
Dalam ayat lain terkait dengan kelalaian manusia dijelaskan dalam surat Al Anbiya:
اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ
Artinya: “Telah makin dekat kepada manusia perhitungan (amal) mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lengah lagi berpaling (darinya)” (QS. Al Anbiya: 1).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Dalam Al-Quran, kelalaian ini sering disebut dengan ghoflah, yaitu penyakit berbahaya yang dapat merusak semangat ibadah dan menghancurkan kebaikan. Ia tumbuh dari kebodohan dan dapat berujung pada buruknya akhir kehidupan (su’ul khatimah).
Ramadhan sejatinya adalah momen “karantina ruhani” untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Namun hasil dari proses tersebut berbeda-beda, tergantung kesungguhan masing-masing individu. Oleh karena itu, setelah Ramadhan berakhir, setiap Muslim hendaknya menjaga hasil tersebut agar tidak hilang begitu saja.
Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Idul Fitri merupakan titik awal kembali kepada kesucian. Setelah dibersihkan dari dosa, sudah sepatutnya kita menjaga kondisi tersebut hingga bertemu Ramadhan berikutnya. Nabi pernah mengingatkan:
“Ya Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan, dahulu ia shalat malam lalu ia tidak mengerjakannya lagi.”
Dalam Islam, tidak ada istilah berhenti beribadah. Allah SWT berfirman:
Load more