News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Minggu, 29 Maret 2026 - 00:04 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD)
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Nyamuk merupakan salah satu hewan kecil yang dianggap sering mengganggu manusia. Tidak hanya itu, kehadirannya bahkan bisa menggigit hingga mengisap darah manusia.

Kehadirannya juga membuat manusia kerap kali refleks maupun sengaja menepuk nyamuk. Tujuan ini tentu menjadikan nyamuk mati dan mereka yang diganggu kembali nyaman melakukan aktivitasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun aktivitas menepuk nyamuk kerap kali menimbulkan pertanyaan penting "bagaimana hukum membunuh nyamuk dalam agama Islam". Mereka khawatir langkah yang diambilnya dapat memunculkan dosa.

Dalam suatu ceramah, Buya Yahya menguaps tuntas hukum membunuh maupun menepuk nyamuk. Mulanya, ia menjelaskan bahwa nyamuk merupakan salah satu makhluk hidup ciptaan Allah SWT.

"Allah menciptakan semuanya, termasuk kasih sayang Allah kepada bangsa manusia adalah untuk kemaslahatan manusia," ujar Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube pribadinya, Sabtu (28/3/2026).

Hukum Membunuh Nyamuk dalam Agama Islam

Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti penyebab maraknya kasus DBD
Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti penyebab maraknya kasus DBD
Sumber :
  • (Pexels/Anuj)

Lebih lanjut, Buya Yahya memahami nyamuk merupakan hewan kecil yang mengganggu. Terkadang, beberapa jenis nyamuk sangat membahayakan kesehatan hingga keselamatan manusia.

Maka dari itu, mereka tidak ingin keselamatan dan kesehatannya terancam. Hingga akhirnya memutuskan untuk menepuk sekaligus membunuh nyamuk secara sengaja maupun tak sengaja.

Menurut buya Yahya, keputusan tersebut masih dianggap boleh jika berbicara dalam urusan hukum membunuh nyamuk.

"Kalau ada sesuatu yang ternyata di situ membahayakan manusia, kita karena tujuannya kemaslahatan manusia, maka kita membolehkan sesuatu yang membahayakan kepada kita," jelasnya.

Ia mencontohkan kebolehan membunuh beberapa jenis hewan yang berbahaya selain nyamuk. Ular hingga binatang lain sekiranya mengancam keselamatan manusia, maka hukumnya tidak dosa.

"Akan tetapi biar kita ketahui juga bahwa, biarpun nyamuk itu mengganggu Anda, ya sudah Anda tidak perlu marah kepada Allah, sudah cukup," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait membunuh nyamuk, ada banyak yang biasa terjadi, mulai dari menyemprot dengan semprotan anti nyamuk, memukul dengan raket listrik hingga obat pembasmian massal nyamuk.

Agama Islam memberikan pandangan terkait cara-cara membunuh nyamuk. Biasanya memiliki beragam upaya agar bisa membasmi nyamuk.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT