Memang Benar Jenazah Tersiksa Akibat Tangisan Keluarga yang setelah Ditinggalkan? Buya Yahya Bilang Begini
- iStockPhoto/mgstudyo
Ia mencontohkan menangis karena tidak ikhlas setelah seseorang meninggal dunia. Dalam sejarah agama Islam, Nabi Muhammad SAW pernah sedih hingga tak kuasa menahan tangisnya.
Ia menambahkan, kesedihan Nabi Muhammad SAW saat kehilangan hingga ditinggal orang tercintanya. Dalam hal ini, fenomena menangis sudah terjadi di zaman Rasulullah SAW.
"Baginda Nabi SAW saat Sayyidina Ibrahim bin Muhammad, putranya meninggal dunia, beliau menangis," terangnya.
Sebagai ulama, Buya Yahya justru mempersilakan tangisan keluarga menetes. Menurutnya, itu bukanlah suatu yang haram dan bersifat sah kecuali tidak ikhlas karena bertentangan dengan keputusan-Nya.
"Ada orang nangis biarkan menangis. Boleh menangis bagi seorang wanita kalau ada orang yang meninggal dari keluarganya," katanya.
Kata Buya Yahya, hanya saja menangis untuk berduka memiliki batasannya. Ia mengimbau agar orang mukmin tidak boleh menyakiti diri sendiri perkara ditinggal orang tercinta atau keluarga terdekatnya.
"Tapi ingat, jangan merobek baju, jangan memukul wajah, itu tidak boleh. Menangislah, jangan dilarang menangis, Anda siapa? Nabi saja membiarkan umatnya menangis, bahkan selesaikan," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa, tidak ada kepercayaan air mata menetes dapat menyebabkan jenazah tersiksa di alam kubur. Hanya saja Allah SWT akan menghukum mayit itu jika ada air mata yang jatuh akibat tidak menerima keputusan atau takdir ditetapkan oleh-Nya.
Bagi dia, pemahaman seperti ini sudah sangat keliru. Biasanya terjadi di berbagai kampung memunculkan pemahaman tanpa memiliki dasar.
Buya Yahya mengimbau agar ada satu hal yang benar-benar diperhatikan. Wasiat mengarahkan keluarganya menangis secara berlebihan ketika wafat justru merupakan perbuatan yang haram.
"Yang nggak boleh adalah sebelum mati tetapi wasiat. Kebanyakan ngomong begini 'Nak, kalau aku mati nanti, menangis yang benar karena ini wasiat', jusutru itu nggak boleh," tukasnya.
(hap)
Load more