Teks Khutbah Jumat 3 April 2026: Memasuki Musim Kemarau, Begini Umat Muslim Menyikapinya
- Kemenag Wonosobo
Jakarta, tvOnenews.com- Teks khutbah jumat kali ini membahas soal umat muslim dalam menyikapi musim kemarau di Indonesia.
Musim kemarau sudah mulai dirasakan warga Indonesia. Hal ini juga sudah diingatkan oleh Praktisi Kesehatan, dr Ngabila Salama agar menjaga kesehatan tubuh.
Pasalnya akan ada ancaman kesehatan seperti el nino godzilla di tengah musim kemarau yang biasa terjadi di April sampai Oktober.
Berikut teks khutbah Jumat singkat soal musim kemarau mulai terasa dan begini umat muslim menyikapinya
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du,
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Saat ini kita mulai memasuki musim kemarau. Sebuah fase yang Allah tetapkan dalam siklus kehidupan alam. Panas meningkat, berkurangnya air, dan potensi kekeringan adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah.
Semua bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga sarana bagi kita untuk merenung, bersyukur, dan memperbaiki diri.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwa segala sesuatu di muka bumi ini berjalan dengan ketentuan dan ukuran. Musim kemarau mengajarkan kita tentang keterbatasan manusia dan pentingnya bergantung kepada Allah.
- Kemenag Wonosobo
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ada beberapa sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang Muslim dalam menghadapi musim kemarau:
Pertama: Meningkatkan rasa syukur.
Ketika air masih tersedia, ketika kita masih bisa minum dan beraktivitas dengan baik, itu adalah nikmat yang luar biasa. Banyak saudara kita yang mengalami kesulitan air bersih. Maka janganlah kita menjadi hamba yang kufur nikmat.
Kedua: Tidak berlebihan dalam menggunakan air.
Islam mengajarkan keseimbangan. Bahkan dalam berwudhu pun kita dilarang berlebihan.
Maka dalam kondisi kemarau, sikap hemat air menjadi bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.
Ketiga: Memperbanyak istighfar dan doa.
Kemarau panjang bisa jadi merupakan ujian, bahkan peringatan. Oleh karena itu, hendaknya kita memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan meminta kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan.
Keempat: Peduli terhadap sesama.
Jika kita memiliki kelebihan, bantulah saudara-saudara kita yang kekurangan air atau terdampak kekeringan. Bisa memberikan bantuan air bersih atau dukungan lainnya merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial dalam Islam.
Kelima: Menjaga lingkungan.
Kemarau sering memperparah kerusakan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan kekeringan lahan. Maka menjaga alam adalah bagian dari amanah yang harus kita jalankan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Musim kemarau bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga ujian keimanan. Apakah kita semakin dekat kepada Allah atau justru lalai? Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mengambil pelajaran.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Dengan ini mari kita perbanyak doa dan berharap hanya kepada-Nya.
Doa musim kemarau
اللهم اسقنا غيثًا مغيثًا، مريئًا نافعًا غير ضار، عاجلًا غير آجل.
اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا.
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa pertolongan, yang menyegarkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan.
Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
(klw)
Load more