Teks Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Memahami Keutamaan dan Fikih Kurban Sebelum Masuknya Idul Adha
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Artinya: "Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berqurban, maka janganlah ia menyentuh (maksudnya memotong) rambut kepala dan rambut badannya (maksudnya kuku) sedikit pun juga." (HR. Muslim 1977)
Yang keempat terletak pada hukum niat kurban untuk mayyit. Kita perlu membedakan pemahaman berkurban khusus mayyit dengan mayyit yang diikutkan dalam kurban.
Terkait niat kurban secara khusus untuk mayyit, maka hukumnya tidak sah. Akan tetapi, hal ini merupakan bagian dari wasiat mayyit saat semasa di hidupnya.
Lantas bagaimana untuk mayyit yang diikutkan dalam berkurban, maka hukumnya tidak masalah dan masih diperbolehkan. Di semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW pernah berkurban untuk dirinya dan keluarganya, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal dunia.
Saudaraku jemaah Jumat yang dibahagiakan Allah,
Yang kelima mengenai waktu penyembelihan kurban. Waktu awalnya terletak setelah shalat Idul Adha. Apabila tidak mampu usai shalat Ied, maka tidak mengapa dilaksanakan di hari ke-11 dan ke-12.
Yang keenam terkait pembagian kurban. Untuk pemilik kurban, boleh memakan sepertiganya. Kemudian, kita bisa menghadiahkan sepertiga dagingnya kepada kerabat, tetangga, dan sahabat terdekat hingga sepertiga lainnya disedekahkan kepada fakir miskin.
Yang ketujuh mengenai hewan yang dikurbankan. Biasanya di Indonesia, kita bisa berkurban menggunakan sapi atau kerbau, kambing atau domba yang keadaannya wajib sehat tanpa cacat.
Terakhir terletak pada hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyembelihan. Hewan yang mau disembelih harus dalam keadaan hidup. Kemudian, boleh laki-laki atau perempuan yang menyembelih hingga penyembelih menyebut nama Allah SWT.
Khutbah II
Kaum muslimin rahimakumullah,
Demikian khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Masih banyak hal mengenai keutamaan dan fikih kurban. Karena waktu kesempatan ini singkat, setidaknya kita bisa merefleksikan diri untuk menanamkan semangat untuk berkurban saat menyambut datangnya Idul Adha. Amin ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Load more