Larangan Orang Kurban untuk Potong Kuku sampai Hewannya Dipotong, Apakah Benar? Begini Jawaban UAH
- dok.kolase tvOnenews.com /Gemini AI/baznas
Jakarta, tvOnenews.com- Di tengah persiapan dalam menyambut hari raya Idul Adha 2026. Muncul pertanyaan, yaitu soal larangan potong kuku dan potong rambut.
Pertanyaan publik tersebut umum ditanyakan menjelang Idul Adha. Terutama bagi mereka yang kurban.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Sehubungan dengan ini, Ustaz Adi Hidayat pun menjelaskan kalau dalam islam itu dianjurkan tidak, namun bila dikerjakan tidak mendapatkan dosa atau disebut sunnah.
Seperti diketahui, hari raya Idul Adha sendiri jatuh setiap di tanggal 10 Dzulhijjah. Jika pemerintah Indonesia telah menetapkan Idul Adha 2026 pada 27 Mei 2026.
Dengan begitu, umat muslim yang kurban disampaikan sebaiknya tidak potong rambut dan potong kuku sampai hewannya disembelih.
"Larangan bersifat sunnah yaitu siapapun muslim beriman sudah memasuki 10 Dzulhijah antara tanggal 1- 10, sedangkan orang itu ingin berkurban," katanya dikutip dari Youtube Adi Hidayat, Selasa (26/5).
"Dilarang untuk mencukur atau memotong rambut semua yang melekat di tubuhnya, dan kuku yang melekat dijemarinya," kata Ustaz Adi dalam Youtube, Selasa (14/5/2024)
"Jadi ini ada larangan diucapkan Nabi Muhammad SAW tapi bersifat sunnah, bagi setiap akan berkurban. Sehingga jangan dulu lakukan larangan tadi, sampai hewan itu sudah disembelih," pesan UAH.
- dok.kolase tvOnenews.com /Gemini AI/baznas
Larangan tersebut, dikatakan seperti dengan mereka sedang mengenakan kain ihram saat beribadah haji juga dilarang potong kuku.
"Apakah sudah pakai pakaian ihram, boleh potong kuku dan cukur rambut? nggak, maka apa esensi dan yang berlaku di sana bisa didapatkan di sini yang tidak berhaji," katanya
Ustaz Adi juga mengatakan orang berkurban sama berhaji posisinya sama, sama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Dengan itu, sama aturannya dan dinilai setara pahalanya yang haji dengan berkurban," pesan UAH.
Perlu diketahui, dilihat dan kewajiban berkurban dibahas dalam Surah al-Kautsar (108) ayat 2, Allah berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. [الكوثر
Artinya: “Maka shalatlah engkau karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” [QS. al-Kautsar (108): 2]
Juga dibahas, di dalam surat al-Hajj (22) ayat 34-35, Allah berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ اْلأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ. الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَى مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلاَةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. [الحج
(klw)
Waallahualam
Load more