GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naskah Khutbah Jumat Singkat 29 Mei 2026: Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih

Berikut tema naskah khutbah Jumat singkat untuk sesi ceramah shalat Jumat, dengan judul "Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih".
Kamis, 28 Mei 2026 - 23:35 WIB
Berita Foto: Lapak Hewan Kurban Mulai Bermunculan Jelang Iduladha 1447 H
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Hari Raya Idul Adha sebagai momen istimewa bagi umat Islam. Pada 2026, hari raya ini telah berlalu ditandai dari pasca menjalani ibadah kurban.

Dalam pembahasan naskah khutbah Jumat ini, tema mengenai Idul Adha dan kurban masih menjadi pembahasan menarik untuk pelaksanaan shalat Jumat, 29 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena hewan kurban yang terlihat menangis setiap menjelang Idul Adha dan disembelih menarik dibahas dalam tema naskah khutbah Jumat singkat untuk sesi ceramah shalat Jumat.

Pasalnya, ada yang berpendapat bahwa hewan kurban, seperti sapi maupun kambing menangis disebabkan karena emosional. Maka dari itu, tvOnenews.com merekoomendasikan tema naskah khutbah Jumat terbaru dengan judul "Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih".

Naskah Khutbah Jumat: Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih

Hewan Kurban, Idul Adha 2026
Hewan Kurban, Idul Adha 2026
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Tri Saputra

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jemaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pemberi kenikmatan kepada kita semua bisa kembali melalui perayaan ibadah kurban di Hari Raya Idul Adha.

Tak lupa, marilah kita sholawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau, kita masih istiqomah terus meningkatkan ketakwaan dan berpegang teguh pada kebenaran Allah SWT.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam kesempatan khutbah Jumat hari ini, khatib meminta izin untuk kembali membahas seputar Idul Adha. Hal ini mengingat kita masih dalam suasana Hari Tasyrik sebagai hari-hari setelah Idul Adha.

Pada pembahasan hari ini, kita mengacu pada fenomena hewan kurban yang terlihat menangis. Biasanya umat Islam berbondong-bondong membeli hewan kurban terbaik sebagai refleksi diri mengingat kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Seusai itu, mereka menitipkan hewan kurban seperti sapi, kambing/domba, unta, kerbau, dan sebagainya kepada pihak masjid, musholah, dan tempat ibadah di dekat rumahnya.

Menariknya, tak sedikit hewan kurban tampak meneteskan air mata, terutama saat akan disembelih. Fenomena seperti ini tentu sering menjadi perbincangan, khususnya setiap menjelang Idul Adha.

Banyak umat Islam merasa terharu bahkan bertanya-tanya, 'apakah hewan kurban benar-benar merasakan kesedihan seperti manusia?'. Dalam perspektif agama Islam, pertanyaan ini harus dijawab dengan bijak agar tidak keliru.

Secara ilmiah, hewan memang dapat mengeluarkan air mata. Kendati demikian, hal ini tidak selalu memiliki arti bahwa hewan ternak, termasuk sapi menangis akibat kesedihan.

Mengacu dari buku 33 Tanya Jawab Seputar Qurban: Panduan Ilmu Sebelum Beramal karya Abdul Somad (2012), sapi mempunyai kelenjar air mata. Bagian ini memiliki peran untuk memproduksi air mata pada hewan.

Proses ini biasa disebut sebagai lakrimasi. Tidak jauh berbeda dari manusia, kelenjar air mata terletak di kelopak mata terutama pada bagian atasnya.

Air mata pada hewan bisa saja muncul karena beberapa hal. Biasanya terjadi karena reaksi biologis, seperti stres, iritasi mata, rasa takut, bahkan bereaksi atas lingkungan sekitarnya.

Reaksi air mata yang diteteskan hewan biasanya juga akibat suasana ramai, bau darah, atau perlakuan manusia dapat memicu reaksi tersebut.

Bahkan secara umum, hewan selalu bersentuhan dengan kotoran, debu, tanah, dan sebagainya. Hal itu menyebabkan partikel asing kerap masuk ke bagian dalam mata hewan. Dengan adanya air mata, hewan bereaksi untuk mengeluarkan partikel asing tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi kita bisa memahami dan merefleksi tangisan pada hewan lebih mengacu pada respons fisik, tidak hanya selalu berpikir tentang emosi kompleks seperti manusia.

Yang jelas, kita memang sulit mengetahui apakah air mata hewan kurban akibat dari emosi atau iritasi. Namun demikian, satu-satunya makhluk hidup dapat memproduksi air mata dengan alasan emosional adalah manusia.

Kita bisa melihat bahwa tidak semua hewan kurban terlihat menangis saat hendak disembelih. Hal ini memberikan tanda bahwa hewan kurban meneteskan air mata bisa saja akibat mengalami iritasi atau terkena penyakit.

Sidang Jumat dikaruniai Allah,

Dalam agama Islam, untuk mencegah hewan merasa tidak nyaman dan terlihat menangis, kita sebagai manusia tetap memperhatikan perlakuan kita terhadap hewan. Syariat memberikan ajaran tentang prinsip ihsan atau berbuat baik kepada semua makhluk hidup.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, adab tetap menjaga kesejahteraan hewan telah dijelaskan dalam agama Islam, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan atas segala sesuatu." (HR. Muslim Nomor 1955).

Melalui hadis riwayat ini, dalam penyembelihan, umat Islam mendapat perintah untuk menajamkan pisah dan tidak menyiksa hewan. Hal ini menunjukkan Islam sebagai agama penuh kasih, termasuk kepada hewan kurban yang hendak disembelih.

Mengacu dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, ibadah kurban mempunyai hikmah mendalam. Selain bentuk ketaatan dan meneladani kisah Nabi, kurban memberikan arti tentang keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial.

Sebagaimana dalam Surat Al-Hajj Ayat 37, Allah SWT berfirman:

"Daging dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj, 22:37)

Dari tafsir ayat ini sudah sangat jelas bahwa, esensi kurban tidak sekadar ritual semata, tetapi juga menunjukkan nilai spiritual di baliknya.

Khatib perlu mempertegas bahwa, tidak ada dalil shahih mengenai hewan kurban menangis lantaran sudah mengetahui ajalnya. Spekulasi ini lebih dekat pada mitos dan muncul dari persepsi manusia secara berlebihan.

Oleh karena itu, umat Islam perlu meluruskan pemahaman dan tidak terjebak pada narasi yang tidak berdasar.

Khutbah II

Jemaah shalat Jumat dimuliakan Allah,

Sebagai penutup, khutbah Jumat pada sesi pertama ini mengajak kita agar bisa lebih berempati. Hal ini tidak hanya berlaku kepada sesama manusia, tetapi juga pada hewan kurban.

Kita diajarkan untuk memperlakukan hewan kurban dengan lembut, sesuai syariat, dan penuh tanggung jawab. Pada akhirnya, ibadah kurban tidak sekadar menyembelih, melainkan sebagai latihan hati mencapai ketakwaan yang sejati kepada Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin.

Penutup Doa

اللهم اجعلنا من عبادك المتقين، واغفر لنا ذنوبنا، وتقبل منا أعمالنا

Artinya: "Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa, ampunilah dosa kami, dan terimalah amal ibadah kami."

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Muhammadiyah, MUI, Buku 33 Tanya Jawab Seputar Qurban: Panduan Ilmu Sebelum Beramal karya Abdul Somad (2012).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung
Misteri Kematian Lansia WNA di Tambun Bekasi, Tubuh Korban Dipenuhi Luka Bersimbah Darah

Misteri Kematian Lansia WNA di Tambun Bekasi, Tubuh Korban Dipenuhi Luka Bersimbah Darah

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya warga negara asing (WNA) berinisial S (66) yang ditemukan bersimbah darah di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5) malam.

Trending

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT