News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bagaimana Hukuman Pelaku Pelecehan Seksual dalam Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya

Bagaimana hukuman bagi pelaku pelecehan seksual dalam Islam? Begini penjelasan Buya Yahya.
Minggu, 21 Juni 2026 - 22:29 WIB
Potret Buya Yahya saat memberikan kajian
Sumber :
  • YouTube/Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Kasus kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang meninggalkan luka mendalam bagi para korban. 

Selain trauma fisik dan psikis, tidak sedikit korban yang harus menghadapi tekanan sosial, rasa malu, hingga stigma dari lingkungan sekitar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kondisi seperti ini, pemahaman yang benar mengenai pandangan Islam menjadi sangat penting agar tidak muncul penilaian yang keliru terhadap korban maupun pelaku.

Dalam salah satu kajiannya, Buya Yahya menjelaskan secara tegas bahwa pemerkosaan merupakan perbuatan zalim yang sangat berat. 

Pelakunya tidak hanya melanggar hak sesama manusia, tetapi juga melakukan dosa besar di hadapan Allah SWT.

Buya Yahya menegaskan bahwa pelaku pemerkosaan telah melakukan tindakan yang sangat tercela dan harus segera bertaubat kepada Allah SWT.

“Pemerkosa adalah orang yang dzolim melakukan dosa-dosa kepada Allah, dosa kepada manusia. Jika tidak segera tobat neraka sudah menantinya, naudzubillah,” ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Potret Buya Yahya
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Menurut Buya Yahya, kejahatan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari perbuatan zina yang diharamkan dalam Islam.

“Dia dzolim, pada akhirnya dia melakukan zina juga, naudzubillah,” kata Buya Yahya.

Karena itu, beliau mengingatkan agar siapa pun yang pernah melakukan perbuatan tersebut segera menyesali kesalahannya dan kembali ke jalan yang diridhai Allah SWT sebelum terlambat.

Di sisi lain, Buya Yahya menegaskan bahwa korban pemerkosaan tidak menanggung dosa atas peristiwa yang menimpanya. Sebab, tindakan tersebut terjadi di luar kehendak dan kemampuan korban untuk menghindarinya.

“Adapun orang yang diperkosa diluar kemampuannya, Allah maha pengasih, Allah maafkan, selagi itu adalah tidak hatinya selagi dia mengingkari, dan dia terpaksa namanya orang diperkosa bukan kemauan dia,” ujarnya.

Beliau kembali menegaskan bahwa korban tidak perlu merasa bersalah di hadapan Allah SWT.

“Maka siapapun yang mendapatkan perlakuan semacam ini ketahuilah bahwasanya anda tidak dosa, Anda tidak dosa,” kata Buya Yahya.

Penegasan ini menjadi pengingat bahwa Islam tidak membebankan kesalahan kepada orang yang menjadi korban kezaliman.

Potret Buya Yahya
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Buya Yahya juga menyoroti kondisi sebagian korban yang merasa hidupnya telah berakhir setelah mengalami kekerasan seksual. 

Perasaan putus asa, rendah diri, hingga kehilangan harapan sering kali muncul akibat tekanan batin yang berat.

“Apapun yang selama ini Anda tidak usah terpuruk dengan masalah keperawanan dan sebagainya. Allah akan kembalikan itu semuanya,” ucapnya.

Beliau mengingatkan bahwa kehormatan seseorang di sisi Allah tidak hilang hanya karena menjadi korban kejahatan orang lain. 

Oleh sebab itu, korban tidak boleh menyerah atau menjauh dari agama karena merasa dirinya telah rusak.

“Sebagian orang karena tidak mengerti ilmu… rupanya karena dia diperkosa, sehingga dia merasa putus asa karena pun dia sudah dinodai merasa tidak perawan lalu dia terburuk naudzubillah,” ujar Buya Yahya.

Padahal, menurutnya, korban tetap berada dalam kasih sayang Allah SWT.

“Tidak dia tidak dosa karena diperkosa. Kembalilah kepada Allah, Allah akan tutup itu semuanya,” kata Buya Yahya.

Potret Buya Yahya
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa rahmat Allah sangat luas. Bahkan bagi orang yang pernah melakukan dosa besar, kesempatan untuk bertaubat selalu ada selama hayat masih dikandung badan.

“Jangankan diperkosa, dia tidak dosa, seandainya ada pezina sekalipun, segera kembali kepada Allah, tutup itu aib,” ujar Buya Yahya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan harapan dan kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan berlarut-larut dalam penyesalan tanpa perubahan.

Hal penting lainnya yang ditekankan Buya Yahya adalah perlunya menjaga kerahasiaan identitas korban. 

Menurutnya, korban membutuhkan perlindungan dan dukungan untuk memulihkan kondisi mental, bukan justru menjadi bahan konsumsi publik.

“Tolong sang korban betul-betul dirahasiakan sangat tersembunyi tidak boleh ada yang tau, media jangan main-main,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan bahaya membuka aib orang lain, terlebih korban yang sedang mengalami penderitaan.

“Ketahuilah Allah akan bongkar aib Anda Kalau anda bongkar aibnya orang,” tegas Buya Yahya.

Karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi kasus kekerasan seksual dan mengedepankan empati kepada korban.

“Dia perlu ditolong mentalnya dia trauma dia sakit dia jangan malah disebar,” lanjutnya.

Ajakan untuk Waspada dan Mendekat kepada Allah

Di akhir kajiannya, Buya Yahya mengingatkan pentingnya menjaga diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam pergaulan. 

Namun beliau kembali menegaskan bahwa orang yang menjadi korban kezaliman tidak menanggung dosa atas apa yang terjadi.

“Kalau memang dia adalah orang baik-baik mulai diperkosa aman Allah maha pengampun gak ada dosa bagi dia,” kata Buya Yahya.

Sementara itu, bagi siapa saja yang pernah melakukan kesalahan, beliau mengajak untuk segera memperbanyak istighfar dan bertaubat.

“Yang melakukan kesalahan segera tobat dan tobat dan tobat inget hukuman Allah sangat pedih mengerikan semoga Allah mengampuni semuanya,” tutup Buya Yahya.

Pesan Buya Yahya tersebut menjadi pengingat bahwa Islam berpihak kepada korban dan mengecam keras segala bentuk kezaliman. 

Korban berhak mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan dukungan untuk bangkit kembali, sementara pelaku wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan Allah SWT. (gwn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani di Kertanegara
Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.
Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bocorkan alasan terkait Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dokter Tifa soal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden
Gulma Perairan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi, Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok

Gulma Perairan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi, Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok

Masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga di Palembang dan Boyolali membuktikan eceng gondok yang sebelumnya hanya gulma perairan, ternyata bisa punya nilai tambah ekonomi yang menjanjikan.

Trending

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.
Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bocorkan alasan terkait Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dokter Tifa soal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden
Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani di Kertanegara
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Eks Kabareskrim Polri Komjen (Purn.) Susno Duadji bocorkan peluang bebasnya dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Jokowi, yakni Roy Suryo
Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Sejumlah pihak meminta Pemerintah Indonesia kembali melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mengalami permasalahan terkait dugaan praktik korupsi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT