GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jodoh Adalah Cerminan Diri, Benarkah Begitu?

Saat dewasa, seseorang mengaitkan soal umur dengan pernikahan. Hal ini memunculkan pepatah "jodoh adalah cerminan diri”. Apakah benar? Berikut penjelasannya.
Jumat, 10 Juni 2022 - 17:20 WIB
Ilustrasi sepasang manusia sedang berpegangan tangan
Sumber :
  • Freepik.com

Saat menginjak dewasa tak jarang segelintir orang mengaitkan persoalan umur dengan pernikahan. Pembahasan mengenai pasangan hidup tampaknya menjadi suatu topik wajar saat berkumpul dengan keluarga, teman- teman atau sanak saudara. 

Di umur yang semakin dewasa, pasangan hidup bukan lagi sekedar drama-drama dan kisah cinta yang selalu indah seperti layaknya novel. Tetapi, lebih membutuhkan sosok seseorang yang bisa bersanding ke arah pelaminan dan nantinya akan saling menemani hingga maut yang memisahkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tentu saja tidak boleh sembarangan dalam mencari calon pendamping. Penegasan tersebut disebabkan karena di suatu pernikahan pada dasarnya hanya dilakukan satu kali dalam seumur hidup. 

Maka dari itu, seseorang harus sangat selektif dan yakin saat memutuskan untuk memiliki pendamping hidup untuk ke jenjang pernikahan agar tidak timbul penyesalan dan kecewa yang berujung hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perpisahan.

Namun, seseorang yang sedang mencari jodoh pasti mempunyai kriteria yang sesuai dengan keinginannya dalam segi kepribadian maupun fisik. Tidak bisa dipungkiri, semua manusia berharap akan mendapatkan jodoh yang terbaik bagi dirinya. 

Persoalan ini pun yang pada akhirnya memunculkan pepatah "jodoh adalah cerminan dari diri kita". Pepatah ini sangat populer dikalangan orang tua kita sebelumnya. 

Apakah pepatah itu benar keberadaannya dan bisa terbukti? Berikut penjelasannya. 

Dalam agama Islam, pernikahan dapat menjadi wajib hukumnya apabila seseorang telah siap untuk berumah tangga, baik secara fisik maupun finansial. Menikah juga menjadi solusi terbaik untuk menghindar dari perbuatan zina yang jelas sangat dilarang dalam agama Islam. 

Akan tetapi sangat terlihat egois manakala manusia mencari segala bentuk terbaik tanpa melihat segala keadaan yang dimiliki diri sendiri. Misalnya saja,keadaan hati, akhlak, iman dan takwa serta segala perilaku baik lainnya. 

Sebab itu, alangkah baiknya seseorang selalu berusaha menjadi sosok yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Selain segala usaha yang dilakukan pasti bermanfaat untuk dirinya, hal ini sangat adil untuk pepatah yang sedang menjadi pembahasan di atas sebelumnya.

Seperti yang dijelaskan di dalam surat An-Nur ayat 26 yang mengatakan. 

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya:
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Dari firman Allah SWT di atas sudah sangat dijelaskan, bahwa jodoh itu sesuai dengan cerminan diri. Jika umatnya menginginkan yang terbaik dan ingin mendapatkan pasangan yang baik pula, maka teruslah berikhtiar dan memperbaiki diri dengan niat hanya karena Allah SWT bukan karena hal yang lainnya.

Sebagai manusia kita hanya bisa berharap untuk mendapatkan pasangan hidup yang terbaik. Jodoh tidak akan datang begitu saja tanpa adanya usaha, berdoa dan mencarinya. Tentunya tanpa rasa tergesa-gesa karena kalimat “jodoh tak kan kemana” ternyata benar adanya.

Perihal ini dibuktikan lewat satu hadis yang berbicara mengenai jodoh. Berikut potongan hadis dari Riwayat Bukhari dan Muslim.

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya:
“Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” 

Hadis di atas memberi pengertian bahwa, janganlah khawatir mengenai jodoh karena Allah SWT telah merencanakannya dengan baik dan tepat sesuai yang telah umatnya bentuk dalam membenahi diri. Tentunya hal ini juga saling berkaitan mengenai jodoh adalah cerminan diri. Demikianlah penjelasan singkatnya, semoga dapat bermanfaat. (ayu)  

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa Indonesia resmi masuk dalam proses awal bidding Piala Dunia Futsal 2028 untuk menjadi tuan rumah ajang futsal dunia yang berada di bawah naungan FIFA.

Trending

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT