Apa Itu Top Halal Award 2026? Bukan Sekadar Sertifikasi Halal, Ini Cara Penghargaan Menilai Kepercayaan Konsumen
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Ketika label halal semakin mudah ditemukan pada berbagai produk, pertanyaan konsumen ternyata tidak berhenti pada apakah sebuah produk sudah memenuhi ketentuan halal atau belum. Di tengah derasnya informasi digital, konsumen juga mulai mempertimbangkan seberapa besar mereka percaya terhadap sebuah merek, bagaimana reputasinya, serta apakah nilai yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Perubahan perilaku tersebut menjadi semakin penting ketika kecerdasan buatan atau AI mulai ikut mengubah cara masyarakat mencari informasi, membandingkan produk, hingga membentuk persepsi terhadap sebuah brand.
Dalam situasi seperti ini, aspek halal tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan konsumen.
Hal inilah yang menjadi perhatian dalam Top Halal Award 2026. Tahun ini, penghargaan tersebut mengangkat tema “Halal Beyond Compliance: Elevating Brand Trust in the AI Marketing Era”.
Tema tersebut menggambarkan bagaimana nilai halal dapat bergerak lebih jauh dari sekadar pemenuhan aturan dan menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepercayaan terhadap merek di era pemasaran berbasis teknologi.
Apa Itu Top Halal Award dan Bagaimana Penilaiannya?
Melansir dari laman resmi, Top Halal Award (THA) 2026 merupakan penghargaan yang diberikan kepada merek dengan tingkat kepercayaan halal terbaik di Indonesia. Penentuan penerima penghargaan didasarkan pada hasil survei independen Top Halal Index yang dilakukan terhadap 2.100 responden Generasi Milenial dan Generasi Z di enam kota besar Indonesia.
Survei tersebut tidak hanya melihat keberadaan aspek halal pada sebuah produk. Top Halal Index mengukur bagaimana konsumen mempersepsikan sebuah merek dari berbagai dimensi yang berkaitan dengan kepercayaan, relevansi, serta kekuatan brand.
Dengan pendekatan tersebut, Top Halal Award mencoba melihat halal dari perspektif yang lebih luas. Sebab, bagi konsumen, sebuah merek tidak cukup hanya dikenal memiliki produk halal. Nilai tersebut juga perlu mampu membangun rasa aman dan kepercayaan ketika konsumen menentukan pilihan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, IHATEC juga memperluas jumlah responden sekaligus menambah sejumlah kategori penghargaan. Selain itu, penyelenggara menggandeng key opinion leader (KOL) untuk membantu mempromosikan brand-brand yang menjadi pemenang.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem halal juga semakin berkaitan dengan perkembangan komunikasi digital dan cara brand berinteraksi dengan konsumen.
Halal Kini Berkaitan dengan Brand Trust
Dalam keynote session, Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., Guru Besar Universitas Prasetiya Mulya, menyoroti pentingnya membangun merek yang kuat dan tetap relevan ketika perilaku konsumen berubah dan adopsi teknologi berlangsung semakin cepat.
Menurutnya, kepercayaan merupakan aset penting bagi brand untuk dapat bertahan sekaligus berkembang secara berkelanjutan.
Pandangan tersebut diperkuat Evrin Lutfika, Direktur IHATEC Marketing Research. Ia menegaskan bahwa tantangan brand saat ini tidak berhenti pada memperoleh sertifikasi halal. Merek juga harus memastikan nilai halal tersebut dapat dirasakan, dipercaya, dan tetap relevan bagi konsumen.
Sementara itu, Muhammad Aqil Irham dari BPJPH menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal membuat aspek tersebut tidak lagi sebatas kebutuhan administratif. Halal turut menjadi bagian dari proses konsumen ketika menentukan pilihan.
Perspektif serupa disampaikan K.H. Sholahudin Al Aiyub, Direktur Eksekutif KNEKS, yang menekankan bahwa sertifikasi halal dapat menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen sekaligus memperkuat daya saing industri halal Indonesia.
Dari sisi ekonomi kreatif, Teuku Riefky Harsya menyoroti pentingnya kreativitas, storytelling, desain, serta kekuatan brand dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia. Perpaduan antara nilai halal, inovasi, dan strategi branding dinilai dapat membuka peluang bagi produk Indonesia di pasar domestik maupun global.
Sejak 1972 Jadi Salah Satu Penerima Top Halal Award 2026
Gambaran mengenai pentingnya kepercayaan tersebut terlihat pada Bakso Lapangan Tembak Senayan (BLTS) Sejak 1972, yang kembali memperoleh Top Halal Award 2026 untuk kategori restoran bakso.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk mempertahankan komitmen terhadap kehalalan dan kualitas produk. Kepercayaan konsumen menjadi alasan penting bagi mereka untuk menjaga konsistensi tersebut.
Bagus Priambodo WS, Penyelia Halal Internal BLTS, mengatakan, sejak 1972 senantiasa berkomitmen menjaga kehalalan produk, karena hal ini juga demi menjaga trust bagi konsumen.
Top Halal Award 2026 sebagai penghargaan yang telah diterima BLTS untuk tahun kelima. Apresiasi tersebut memberikan nilai tambah bagi brand sekaligus menjadi dorongan untuk terus menjaga penerapan sistem jaminan produk halal.
BLTS sendiri memiliki sejarah panjang sejak dirintis Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono pada 1972 di sekitar kawasan Senayan. Dari usaha awal tersebut, bisnis kemudian berkembang melalui pembukaan sejumlah cabang, termasuk di pusat perbelanjaan dengan konsep kerja sama kemitraan. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, brand ini juga melakukan inovasi melalui beragam pilihan makanan dan minuman untuk menyesuaikan perkembangan pasar.
Pada akhirnya, Top Halal Award 2026 bukan sekadar penghargaan mengenai produk yang memenuhi standar halal. Lebih luas dari itu, penghargaan ini berusaha membaca bagaimana nilai halal berhubungan dengan persepsi dan kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand.
![]()
Itulah alasan tema “Halal Beyond Compliance” menjadi relevan di era pemasaran AI: ketika konsumen memiliki semakin banyak informasi dan pilihan, kepercayaan menjadi nilai yang harus dibangun secara konsisten, bukan hanya dicantumkan melalui sebuah label. (udn)
Load more