GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apkori Ingatkan Kemenpora Soal Pembentukan Tim Investigasi Sanksi WADA

Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) apresiasi Kemenpora yang membentuk TIM Akselerasi dan Investigasi sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) agar tidak menjadi bentuk intervensi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:30 WIB
Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Djoko Pekik Irianto.
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetyo

Sleman, DIY - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali telah membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi terkait sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

Tim khusus tersebut diketuai Raja Sapta Oktohari selaku Ketua NOC Indonesia, dengan anggota Sekjen NOC, dari LADI 2 orang, perwakilan cabang olahraga dan satu dari Kemenpora mewakili pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim ini nantinya bertugas mempercepat komunikasi dengan pihak terkait terutama WADA guna mempercepat pencabutan sanksi. Selain itu, tim juga bertugas menginvestigasi apa yang menjadi penyebab keluarnya sanksi dan mengambil langkah yang diperlukan.

Langkah cepat Menpora ini mendapat apresiasi dari Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori). Namun di sisi lain, Apkori mengkhawatirkan tim khusus ini bisa dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah.

"Pak menteri niatnya bagus untuk mempercepat penyelesaian pencabutan sanksi WADA dengan membentuk satgas dari berbagai komponen, tapi yang kita khawatirkan dan perlu pertimbangan gini, jangan-jangan nanti dianggap intervensi kepada WADA dari pemerintah kita, padahal WADA LADI itu independen," kata Ketua Apkori Djoko Pekik Irianto dalam keterangan resmi kepada tvOnenews.com, Rabu (20/10/2021).

Menurut Djoko, hal yang lebih penting dilakukan saat ini adalah LADI segera berkomunikasi intensif dengan WADA, menanyakan langsung dan mencari solusinya. LADI harus menjadi leading sector karena berafiliasi langsung dengan WADA dan keduanya merupakan lembaga independen.

"Kalau perlu datang langsung ke Montreal Kanada karena kantornya WADA di sana. Dengan LADI yang proaktif ke WADA maka akan menjadi catatan tersendiri bagi WADA bagaimana bisa membantu menyelesaikan permasalahan sanksi itu bagi Indonesia," jelasnya.

Selain itu, lanjut Djoko, Raja Sapta Oktohari selaku ketua NOC Indonesia juga berkomunikasi dengan IOC untuk menyampaikan permasalahannya dan langkah-langkah yang sudah diambil Indonesia.

"Sehingga nanti ada dua jalan, LADI langsung ke WADA di Kanada untuk menjelaskan secara detail, kemudian pihak NOC Indonesia berkomunikasi dengan pihak IOC untuk menyampaikan perkaranya dan langkah-langkah apa yang dilakukan Indonesia," sambungnya.

Djoko khawatir, jika tim bentukan pemerintah dalam hal ini Kemenpora yang bertugas mengurus pencabutan sanksi ini, justru bisa menimbulkan masalah berikutnya.

"Istilahnya kita menyelesaikan masalah tanpa memunculkan masalah baru. Sekali lagi kalau nanti tim yang akan menyelesaikan ini adalah tim bentukan pemerintah, kita khawatir jangan-jangan sebagai bentuk intervensi kepada WADA," tegasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum KONI DIY itu berharap dengan LADI menjadi leading sector penyelesaian kasus ini ke WADA, pencabutan sanksi bisa segera dipercepat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saran kami adalah tetap LADI yang menjadi leading sector untuk bertemu dengan pihak WADA menyelesaikan masalah sanksi ini. Mudah-mudahan dengan komunikasi pihak LADI dan WADA itu poin-poin dan skema penyelesaian masalah utamanya untuk mempercepat pencabutan sanksi Insya Allah akan segera bisa terwujud," pungkasnya. (Andri Prasetiyo/Buz).

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Full Senyum, Kevin Diks Masuk Best Eleven Bundesliga

John Herdman Full Senyum, Kevin Diks Masuk Best Eleven Bundesliga

Bersama klubnya, Borussia Monchengladbach, Kevin Diks menutup Bundesliga dengan kemenangan telak 4-0 dari Hoffenheim, pada Sabtu (16/5/2026). 
Purbaya Sebut MBG hingga Belanja Alutsista Tak Ganggu APBN: Kita Sudah Hitung

Purbaya Sebut MBG hingga Belanja Alutsista Tak Ganggu APBN: Kita Sudah Hitung

Purbaya mengklaim seluruh pembiayaan telah dirancang dengan tetap menjaga batas defisit fiskal di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Samsung Terancam Lumpuh 18 Hari, Pemerintah Korea Selatan Turun Tangan Cegah Mogok Kerja Massal

Samsung Terancam Lumpuh 18 Hari, Pemerintah Korea Selatan Turun Tangan Cegah Mogok Kerja Massal

Samsung Electronics terancam mogok kerja 18 hari dengan potensi 47 ribu pekerja ikut aksi. Pemerintah Korea Selatan khawatir dampaknya ke ekonomi nasional.
Calvin Verdonk Pecahkan Rekor Baru Resmi Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama yang Lolos ke Liga Champions

Calvin Verdonk Pecahkan Rekor Baru Resmi Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama yang Lolos ke Liga Champions

Penggawa Timnas Indonesia Calvin Verdonk resmi mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola tanah air. Bek kiri andalan Skuad Garuda tersebut sukses membantu ..
Dipanggil KPK di Kasus Haji, Segini Harta Kekayaan Muhadjir Effendy yang Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden

Dipanggil KPK di Kasus Haji, Segini Harta Kekayaan Muhadjir Effendy yang Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden

Muhadjir Effendy dipanggil KPK sebagai saksi kasus korupsi kuota haji. Berikut profil, perjalanan karier, hingga total harta kekayaannya.
Tanpa Jay Idzes, Emil Audero Gagal Selamat dari Zona Degradasi Lebih Cepat: Kami Sudah Lakukan Bagian Kami

Tanpa Jay Idzes, Emil Audero Gagal Selamat dari Zona Degradasi Lebih Cepat: Kami Sudah Lakukan Bagian Kami

Walau Emil Audero membuat Cremonese menang dari Udinese dengan skor 1-0 pada Senin (18/5/2026), pada saat yang sama klub yang diperkuat oleh Jay Idzes, Sassuolo justru kalah dari Lecce dengan skor 2-3. 

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT