GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelaran MotoGP Mandalika Terapkan Sistem Travel Bubble Cegah Penularan Covid-19

Laksma TNI (Purn) dr I.D.G. Nalendra mengatakan, travel bubble dikenal sebagai koridor perjalanan dan koridor Covid-19.
Minggu, 30 Januari 2022 - 07:29 WIB
Sirkuit internasional Mandalika
Sumber :
  • tvone - zainal azhari

Surabaya, Jawa Timur - Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dijadwalkan akan digelar Minggu, 20 Maret 2022 disaat pandemi Covid-19 masih belum dinyatakan sirna. Pemerintah menyiasati dengan membentuk Satgas Travel Bubble Moto GP 2022, yang dikomandani oleh, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.

Medikal Operasional Lapangan Sistem Bubble Moto GP Mandalika 2022, Laksma TNI (Purn) dr I.D.G. Nalendra mengatakan, travel bubble dikenal sebagai koridor perjalanan dan koridor Covid-19.

Sistem bubble akan memisahkan seseorang yang memiliki risiko terpapar Covid-19, baik dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas, dengan masyarakat umum dan disertai pembatasan interaksi hanya kepada orang di dalam satu area pemisahan yang sama.

dr Nalendra menyebut, penerapan sistem tersebut pertama kali dilakukan di Indonesia yakni pada ajang pada ajang World Tour Finals 2021 Badminton di Nusa Dua, Bali. Hasilnya, setelah pertandingan selesai, nihil kasus penularan Covid-19.

"Kita sudah melaksanakan pada kegiatan bulu tangkis BWF kemarin di Nusa Dua, kita berhasil dengan zero case Covid-19 itu karena sistem bubble. Ini yang diminta pemerintah kepada kita, bahwa harus bisa zero case," katanya, Sabtu (29/1/2022) siang.

Sejak awal menginjakkan kaki di Indonesia melalui bandara, para pebalap beserta kru telah masuk dalam sistem travel bubble. Mereka tidak bisa berhubungan dengan luar atau orang lain, mereka hanya bisa berinteraksi dengan orang-orangnya sendiri dalam sistem satu bubble itu.

Bahkan perjalanan menuju hotel akan difasilitasi dengan mobil untuk masing-masing kelompok, sekaligus hotel tersebut akan berisi kelompok itu saja. Nantinya, dalam satu hotel akan disiagakan polisi untuk melakukan penjagaan.

"Di hotel itu mereka tidak boleh keluar, baik kepolisian, petugas hotel, petugas kesehatan maupun tukang parkir, mereka tidak diperbolehkan keluar selama sistem bubble ini diberlakukan, sampai mereka pulang," tambahnya.

Rencananya, untuk mengawal kelancaran berjalannya event tersebut, sebanyak 3500 personel polisi disiapkan, 80 tim kesehatan didatangkan dari Jakarta, dibantu oleh Dinkes Setempat serta 275 tim medis disebar di hotel yang jadi tempat pebalap menginap.

"Jadi cukup banyak untuk mengawasi bubble sistem ini, sehingga tidak terjadi adanya kasus baru atau lonjakan yang meningkat dari Mandalika," jelasnya.

Mantan Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II ini tegas mengatakan, setiap pelanggaran akan ada sanksi yang akan dikenakan.

"Pelanggaran pasti ada sanksinya, tergantung pelanggarannya, misal vaksinasi di negaranya hanya satu kali dia harus laporan di awal, nanti kita sesuaikan. Jadi sebelum mereka kesini harus ada vaksinasi dua kali, terus PCR hasil negatif tapi di tempat kita, ada PCR ulang," pungkasnya.(Zainal Azhari/rey) 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sidang Pembuktian Selesai, Nadiem Makarim Akan Hadapi Tuntutan pada 13 Mei

Sidang Pembuktian Selesai, Nadiem Makarim Akan Hadapi Tuntutan pada 13 Mei

Sidang pembuktian kasus dugaan korupsi Chromebook yang menyeret Nadiem Anwar Makarim sebagai terdakwa dinyatakan sudah selesai sehingga jaksa penuntut umum diberikan kesempatan untuk mengajukan tuntutan yang akan digelar  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/5).
Dedi Mulyadi Tak Main-main, Tegas Larang Izin Pembangunan Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan Jabar

Dedi Mulyadi Tak Main-main, Tegas Larang Izin Pembangunan Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah radikal untuk melindungi wilayahnya dari ancaman bencana banjir dan tanah longsor. 
Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.
Viral, Detik-detik Rekaman CCTV Dugaan Penganiayaan Perempuan saat Akan Bersaksi di Persidangan

Viral, Detik-detik Rekaman CCTV Dugaan Penganiayaan Perempuan saat Akan Bersaksi di Persidangan

Viral di media sosial video dugaan persekusi terhadap seorang perempuan.
Polda Jambi Dapati Vape Kandungan Etomidate Merk Yakuza dari aringan Narkoba Lintas Provinsi

Polda Jambi Dapati Vape Kandungan Etomidate Merk Yakuza dari aringan Narkoba Lintas Provinsi

Empat orang pelaku jaringan peredaran narkoba antarprovinsi yakni Pekanbaru-Sumatera Selatan (Sumsel) diringkus Polda Jambi.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Insiden gesekan antarmassa yang pecah di Purwakarta dan aksi pelemparan benda keras di Karawang pasca-kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT