Megawati Hangestri Melempem di Bojonegoro, Alarm Bahaya Jelang Final Four Proliga 2026?
- instagram jpe volley
tvOnenews.com - Performa tak biasa ditunjukkan Megawati Hangestri Pertiwi saat memasuki fase krusial Proliga 2026. Di tengah ketatnya perebutan tiket Final Four berdasarkan klasemen sementara, sang “Megatron” justru tampil di bawah standar.
Hanya lima poin yang ia sumbangkan, angka yang jauh dari kebiasaan seorang mesin skor utama. Situasi ini langsung memantik tanda tanya besar. Apakah ini sekadar laga buruk, atau sinyal penurunan performa menjelang fase penentuan?
Apalagi persaingan papan atas semakin rapat. Meski masih bertengger di puncak klasemen dengan 21 poin, posisi Jakarta Pertamina Enduro belum sepenuhnya aman jika tren inkonsisten berlanjut.
Sebaliknya, kemenangan penting membuat Jakarta Livin Mandiri terus menempel di zona empat besar.
Pada laga seri Bojonegoro di GOR Utama, Jumat (13/2), Pertamina Enduro takluk 1-3 (12-25, 20-25, 25-15, 20-25). Hasil tersebut menjadi kejutan besar mengingat status mereka sebagai pemuncak klasemen.
Set Pertama Jadi Titik Balik Negatif, Strategi Terbaca, Efisiensi Menurun
Sejak awal pertandingan, Livin Mandiri tampil agresif dan langsung menekan. Mereka membuka angka melalui kesalahan (fault) Megawati. Momentum terus bergulir ketika Dian Pratiwi mencetak service ace yang memperlebar jarak poin.
Pertamina Enduro kesulitan membangun pola serangan. Penerimaan bola pertama yang kurang rapi membuat setter tak leluasa mengalirkan umpan matang. Smash keras Megawati maupun Wilma Salas berulang kali dimentahkan blok disiplin lawan.
Pada technical time out pertama, Livin Mandiri sudah unggul 4-8. Keunggulan itu melebar drastis hingga 6-16. Outside hitter Salsabila Darap Putri alias Billbank tampil impresif dan membawa timnya menutup set pembuka dengan skor telak 12-25.
Dominasi berlanjut di set kedua. Meski pelatih Pertamina Enduro mencoba mengubah komposisi dengan memasukkan Nur Laili menggantikan Dita Azizah di posisi libero, dampaknya belum signifikan. Livin Mandiri tetap solid dan mengunci set kedua 20-25.

- Instagram/JPEVolley
Megawati yang sepanjang musim sudah mengoleksi lebih dari 150 poin tampak kesulitan menembus blok ganda. Variasi quick set maupun high ball yang biasanya efektif, kali ini mampu dibaca dengan baik oleh sistem pertahanan Livin Mandiri.
Ana Bjelica tampil tajam sebagai opposite dan kerap mencetak angka krusial. Bahkan servis ace miliknya di set keempat menjadi penutup laga.
Secara keseluruhan, rasio keberhasilan spike Megawati turun drastis. Beberapa error justru memberi poin gratis bagi lawan.
Meski demikian, Pertamina Enduro sempat menunjukkan reaksi positif di set ketiga. Mereka bermain lebih lepas dan mampu memanfaatkan sedikit kelengahan lawan untuk menang 25-15. Harapan memaksakan rubber set sempat terbuka.
Namun pada set keempat, duel kembali berjalan ketat. Livin Mandiri menjaga konsentrasi dan unggul tipis 14-16 lewat kontribusi Yolla Yuliana dan kolega. Pertamina Enduro tak mampu mengejar dan akhirnya menyerah 20-25.
Wilma Salas menjadi top skor pertandingan dengan 22 poin, sementara Ana Bjelica menguntit dengan 21 poin. Megawati sendiri hanya mencetak lima angka—kontribusi yang sangat minim bagi pemain sekaliber dirinya.
Dampak ke Klasemen dan Perebutan Final Four
Kekalahan ini memang belum menggusur Pertamina Enduro dari puncak klasemen sementara dengan 21 poin. Namun jarak dengan para pesaing semakin menipis.
Dalam situasi kompetisi yang ketat, satu hasil negatif bisa mengubah peta persaingan secara signifikan.
Sebaliknya, kemenangan ini mengangkat Livin Mandiri ke peringkat keempat dan menjaga asa menuju Final Four. Bahkan mereka kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke babak penentuan.
Pertandingan di Bojonegoro membuktikan bahwa ketergantungan pada satu bintang saja tidak cukup di level Proliga. Disiplin blok, transisi bertahan-menyerang, serta konsistensi kolektif menjadi faktor pembeda.
Pertanyaan besar pun muncul: apakah performa Megawati yang melempem ini hanya anomali sesaat, atau sinyal bahwa lawan-lawan sudah menemukan cara meredamnya?
Jika sang Megatron gagal segera menemukan sentuhan terbaiknya, jalan Pertamina Enduro menuju final four bisa menjadi lebih berat.
Kompetisi memang masih menyisakan laga penting. Namun duel panas di Bojonegoro menjadi alarm keras bahwa dominasi tak pernah abadi.
Di Proliga 2026, setiap poin, setiap set, dan setiap momen krusial bisa menentukan nasib menuju Final Four. (udn)
Load more