Pelatih Pink Spiders Murka, Ungkap Biang Kerok Kekalahan: Serangan Balik Habis-habisan daro Red Sparks!
- KOVO
“Lee Na-yeon tampaknya tidak dalam kondisi terbaik di pertandingan ini. Itulah mengapa saya memasukkan Kim Yeon-soo (di set keempat).”
Pergantian tersebut menjadi upaya terakhir untuk mengubah ritme permainan, namun tak cukup membalikkan keadaan. Yoshihara menekankan bahwa persoalan sebenarnya adalah respons tim dalam situasi genting.
“Namun, dalam situasi seperti ini, kita perlu tahu bagaimana merespons.”
Ia mengisyaratkan bahwa manajemen krisis di poin-poin krusial menjadi pembeda. Saat skor ketat di set ketiga (23-25) dan set keempat (21-25), Pink Spiders gagal menjaga ketenangan dan konsistensi.
“Sekarang pertandingan baru saja selesai, masih sulit menemukan apa yang terjadi sebenarnya. Kami akan menganalisisnya lebih lanjut,” ujarnya.
Nada frustrasi itu menunjukkan betapa besar ekspektasi Yoshihara terhadap timnya.

- Instagram Red Sparks
Dampak pada Perburuan Papan Atas
Kekalahan ini membuat Pink Spiders tertahan di peringkat ketiga dengan 53 poin. Mereka gagal mendekati pemuncak klasemen Korea Expressway Corporation Hi-Pass (59 poin) serta Hyundai Engineering & Construction Hillstate (56 poin).
Bagi tim yang pernah diperkuat legenda voli Korea, Kim Yeon-koung, kekalahan dari tim juru kunci tentu menjadi tamparan keras.
Terlebih, Red Sparks datang dengan beban 11 kekalahan beruntun dan kondisi mental yang sebelumnya tertekan.
Alih-alih memanfaatkan situasi, Pink Spiders justru tampil di bawah standar. Yoshihara pun secara jujur mengakui bahwa lawan memang bermain baik, tetapi kesalahan elementer timnya sendiri membuka jalan bagi kebangkitan Red Sparks.
Kini, fokus Pink Spiders tertuju pada evaluasi menyeluruh. Dari akurasi serangan, efektivitas rotasi, hingga ketenangan di poin kritis semuanya masuk daftar pekerjaan rumah.
Jika tidak segera dibenahi, bukan tak mungkin kegagalan ini menjadi titik balik negatif dalam persaingan menuju fase akhir musim.
Sementara Red Sparks merayakan akhir dari periode kelam, Pink Spiders harus pulang dengan pertanyaan besar: bagaimana tim sekelas mereka bisa runtuh justru saat peluang mendekati puncak terbuka lebar? (udn)
Load more