News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PBVSI Ungkap Alasan Indonesia Tak Kirim Wakil di Kejuaraan Voli AVC Champions League 2025, Gara-gara...

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) mengungkapkan alasan mengapa Indonesia tak mengirim wakilnya di Kejuaraan Voli AVC Champions League 2025.
Kamis, 13 Maret 2025 - 14:53 WIB
Logo PBVSI
Sumber :
  • PBVSI

Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) mengungkapkan alasan mengapa Indonesia tak mengirim wakilnya di Kejuaraan Voli AVC Champions League 2025.

Sebagaimana diketahui AVC Champions League 2025 baru saja merilis hasil undian atau drawing pembagian grup pada Rabu (12/3/2025) malam WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AVC Champions League 2025 sendiri untuk sektor putra akan dimulai pada 11-18 Mei mendatang, sedangkan untuk kategori putri pada 20-27 April nanti.

Namun sayangnya, Indonesia tak mengirimkan satu pun wakilnya baik di sektor putra maupun putri, dan membuat sejumlah volimania menyayangkan keputusan tersebut.

Akan tetapi PBVSI membeberkan alasan mengapa pihaknya tak mengirimkan wakilnya i ajang voli bergengsi di Asia tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Loudry Maspaitella selaku Wakil Kepal Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI saat dihubungi oleh redaksi tvOnenews.com.

Loudry Maspaitella menyebutkan bahwa Indonesia terpaksa tak mengirimkan wakilnya karena kompetisi Proliga 2025 belum selesai.

Pasalnya, pada musim sebelumnya tim yang biasa dikirim ke ajang tersebut ialah sang juara Proliga, namun pada tahun ini penyelenggarannya berjalan beriringan.

Babak final four sendiri berlangsung mulai 17 April dan babak grand final baru selesai pada 11 Mei 2025 mendatang.

Sedangkan AVC Champions League 2025 berlangsung pada 11-27 April untuk sektor putra dan putri.

"Indonesia terpaksa tidak bisa kirim (perwakilan), karena sampai dengan saat ini kita belum punya klub yang juara di tahun 2025, karena kompetisi Proliga masih belum selesai," ucap Loudry Maspaitella.

"Tahun-tahun sebelumnya, biasa yang dikirim adalah juara Proliga," tambahnya kepada tvOnenews.com.

Selain itu, petinggi PBSI tersebut mengungkapkan bahwa ada terkendala biaya karena klub-klub sedang fokus terhadap Proliga yang membutuhkan pengeluaran besar.

"Selain itu masalah biaya, karena klub-klub sedang fokus pada Proliga (membutuhkan biaya besar), sementara kalua dipaksakan untuk berangka, tentu menambah biaya lagi, sementara untuk Proliga belum selesai," tukasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian Loudry juga mengatakan bahwa PBVSI tak membiayai klub yang berpartisipasi di kejuaraan voli bergengsi tersebut.

"PBVSI tidak membiayai klub yang berangkat ke kejuaraan yang dimaksud, karena itu bukan tim nasional, tapi itu biaya mandiri dari klub," tutupnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diperas KPK Gadungan, Sahroni Ngaku Heran Jadi Target: Dipikir Gua Banyak Duit Kali Ya

Diperas KPK Gadungan, Sahroni Ngaku Heran Jadi Target: Dipikir Gua Banyak Duit Kali Ya

Ahmad Sahroni heran mengapa dirinya dijadikan target dugaan pemerasan bermodus memakai nama KPK. Ia menduga pelaku menyasar dirinya karena dianggap memiliki banyak uang.
KPK Ternyata Juga Amankan Adik Bupati Tulungagung dalam OTT

KPK Ternyata Juga Amankan Adik Bupati Tulungagung dalam OTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan politisi PDIP Jatmiko Dwijo Seputro, merupakan adik dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dalam OTT.
Plafon Islamic Center Malili Roboh, Kini Diselidiki Polisi

Plafon Islamic Center Malili Roboh, Kini Diselidiki Polisi

Polisi selidiki runtuhnya plafon bagian dalam bangunan Islamic Center Malili, Kabupaten Luwu Timu, Sulawesi Selatan, Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Biang Kerok Jakarta Electric PLN Babak Belur Dihajar Popsivo Polwan Akhirnya Terungkap, Asisten Pelatih Akui...

Biang Kerok Jakarta Electric PLN Babak Belur Dihajar Popsivo Polwan Akhirnya Terungkap, Asisten Pelatih Akui...

Jakarta Electric PLN harus mengakhiri putaran pertama final four Proliga 2026 dengan hasil yang mengecewakan.
Presiden Prabowo Harap Pencak Silat Indonesia Tembus Olimpiade

Presiden Prabowo Harap Pencak Silat Indonesia Tembus Olimpiade

Presiden RI, Prabowo Subianto menunjukkan optimisme kuat terhadap masa depan pencak silat Indonesia.
Buntut OTT Bupati Tulungagung, KPK Segel Sejumlah Ruangan di Kantor Dinas PUPR

Buntut OTT Bupati Tulungagung, KPK Segel Sejumlah Ruangan di Kantor Dinas PUPR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan beberapa ruang kerja di gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT