GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jawaban Megawati Hangestri saat Ditanya Mengapai Pakai Hijab saat Bertanding, Orang Korea Terkejut karena Pevoli Muslim Itu...

Megawati Hangestri memberikan penjelasan mengapa dirinya betah mengenakan hijab ketika sedang bertanding bela Red Sparks, hal yang buat penasaran fans Korea.
Kamis, 3 April 2025 - 13:04 WIB
Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi memberikan penjelasan mengapa dirinya betah mengenakan hijab ketika sedang bertanding bela Red Sparks.

Banyak orang Korea yang penasaran dengan hijab yang digunakan oleh Megawati Hangestri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah tidak mengganggunya dalam situasi bertanding dan soal kenyamanan.

Penggemar voli Korea kerap bertanya-tanya soal hijab yang dikenakan oleh Megatron.

Megawati Hangestri melakoni pertandingan final bersama Red Sparks melawan Pink Spiders.
Megawati Hangestri melakoni pertandingan final bersama Red Sparks melawan Pink Spiders.
Sumber :
  • KOVO

 

Megawati Hangestri seolah menjadi bintang baru di Korea setelah dirinya tampil luar biasa untuk klubnya yakni Red Sparks dalam dua musim terakhir. 

Megatron kini membawa Red Sparks bertanding di babak final V-League menghadapi idolanya, Kim Yeon-koung yang memimpin Pink Spiders.

Sayangnya, Red Sparks saat ini sedang terpuruk dan kecil kemungkinan untuk menjadi juara usai dikalahkan 2 kali oleh Pink Spiders.

Pink Spiders hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara, sementara bagi Megawati Hangestri cs sudah harga mati untuk meraih kemenangan pada game 3 nanti.

Di musim pertama berseragam Red Sparks, sederet prestasi ia berikan untuk tim berjuluk Red Force itu, termasuk lolos ke play-off maupun mendapat undangan dari Kemenpora Indonesia.

Namun, sinar Megawati Hangestri lebih terpancar lagi saat memasuki tahun keduanya. Ia bahkan berpeluang bawa Red Sparks lampaui pencapaian musim lalu.

Untuk prestasi kolektif, Red Sparks berhasil mengalahkan juara bertahan V-League pada babak playoff hingga melaju ke babak final.

Pasukan Ko Hee-jin juga pernah catatkan 13 kemenangan beruntun dan menjaga asa untuk tampil di play-off untuk kedua kalinya sejak musim lalu.

Sementara itu, pencapaian individu Megawati Hangestri tak kalah cemerlang. Ia berhasil menyabet dua gelar MVP di putaran ketiga hingga keempat.

Di sisi lain, bukan hanya kehebatan Megawati Hangestri saja yang jadi atensi penggemar, namun juga stylenya yang dinilai cukup berbeda dari atlet voli lain.

Megawati Hangestri menjadi atlet pertama sepanjang sejarah olahraga Voli Korea yang bermain mengenakan hijab yang menutupi rambutnya.

Hal ini dikonfirmasi oleh penerjemah Red Sparks musim lalu yaitu Kim Yoon-sol yang mengatakan jika baru Mega saja atlet yang bermain menggunakan hijab.

"Sebenarnya ini pertama kali pemain berhijab (di Korea). Bukan cuma di voli, tapi di semua olahraga Korea,” kata Kim Yoon-sol atau Solmangat. 

Sebagai informasi, Megawati Hangestri sudah mengenakan hijab sejak tahun 2017. Saat itu, ia sudah bermain di Proliga ataupun ketika abroad ke Vietnam dan Thailand. 

Namun beda halnya saat dia berkarier di Korea. Para penggemar lantas bertanya-tanya kenapa Megawati Hangestri main tanpa melepas hijabnya. 

Mereka juga menanyakan soal hijab Megawati Hangestri yang sama sekali tak lepas dari kepalanya meski banyak gerakan ketika sedang bertanding.

“Gimana pakai hijabnya? Kok ngga bisa lepas? Kayak di pertandingan gitu. Aku jelaskan pakai peniti, lima peniti kayak gitu (biar tidak lepas),” ujarnya.

Megawati Hangestri di Red Sparks
Megawati Hangestri di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

 

Lebih lanjut, fans Korea juga ada yang bertanya langsung ke Megawati Hangestri, apakah dirinya tidak merasa gerah ketika bertanding pakai hijab. 

“Terus kok nggak gerah di lapangan? Ngga sih, kalo awal dulu pertama kali pake hijab di 2017 ya merasa kaya gerah,” jawab Mega dikutip dari YouTube Korea Reomit.

Ternyata bukan hanya dari kalangan fans saja, pelatih Ko Hee-jin juga bertanya soal hijab yang dikenakan Megawati Hangestri selama pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Solmangat selaku translator Red Sparks musim lalu, Ko Hee-jin menanyakan apakah boleh kalau ada fans yang tiba-tiba ikut pakai hijab karena dukung Mega. (han/ind)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Perubahan cara pandang terhadap desain menjadi salah satu fenomena paling menarik dalam industri modern. Dalam satu dekade terakhir, desain tidak lagi dipahami sekadar urusan estetika
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.

Trending

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT