Media Korea Bongkar Penyebab Sebenarnya Red Sparks Terpuruk: Kehilangan Megawati Hangestri dan
- KOVO
tvOnenews.com - Tim asuhan Ko Hee-jin, Jung Kwan Jang Red Sparks, yang musim lalu berstatus runner-up V-League, kini justru terpuruk. Dalam laga tandang putaran kelima V-League 2025–2026 di Incheon Samsan World Gymnasium, Red Sparks menelan kekalahan telak 0-3 dari Pink Spiders dengan skor 25-22, 25-11, dan 25-13.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat, terlebih karena media Korea sebelumnya menilai Red Sparks menunjukkan perkembangan signifikan selama dua musim diperkuat Megawati Hangestri.
Kini, tim tersebut justru terjebak dalam tren negatif dengan 10 kekalahan beruntun—catatan terburuk di divisi wanita musim ini.

- instagram megawatihangestrip
Rentetan hasil buruk tersebut telah berlangsung lebih dari 40 hari, dimulai sejak kekalahan 0-3 dari Heungkuk Life Insurance pada 4 bulan lalu.
Situasi ini terasa kontras dibanding musim sebelumnya, ketika Red Sparks tampil begitu kompetitif hingga memaksa Pink Spiders bermain sampai game kelima di partai final.
Saat itu, Megawati Hangestri tampil luar biasa dan seakan tidak memberi jalan mudah bagi Kim Yeon-koung untuk mengakhiri kariernya dengan gelar. Media Korea pun menyoroti kontras tersebut.
"Ini adalah rentetan kekalahan yang luar biasa mengingat performa impresif tim melawan Heungkuk Life Insurance musim lalu, yang mencapai Game 5 seri kejuaraan," tulis Yonhap.
Tak hanya mencatat 10 kekalahan beruntun, Jeong Kwan-jang juga sempat dua kali mengalami empat kekalahan berturut-turut, hingga dijuluki sebagai “mesin pencetak poin” bagi lawan.
Secara keseluruhan, mereka telah menelan 23 kekalahan musim ini dengan hanya enam kemenangan. Dari jumlah tersebut, 14 kekalahan—lebih dari separuhnya—berakhir dengan skor 0-3, menandakan penurunan performa yang signifikan.
Dalam pertandingan melawan Heungkuk Life Insurance sehari sebelumnya, situasi semakin memperlihatkan rapuhnya permainan mereka.
Setelah kalah 0-1 di set pertama, Jeong Kwan-jang kebobolan sembilan poin beruntun pada set kedua, dari skor 11-16 hingga akhirnya takluk 11-25 dengan selisih 14 poin.
Media setempat juga menyoroti kepergian dua pemain kunci yang membawa tim ke final musim lalu, yakni Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic.
"Pemain asing andalan Vanja Bukilic (terdaftar sebagai Bukilic ) dan Megawati Pertiwi (terdaftar sebagai Mega), yang memimpin tim menuju final kejuaraan musim lalu, telah menolak permintaan perpanjangan kontrak dan meninggalkan tim,"
Load more