2 Alasan Kuat yang Bikin Megawati Hangestri Batal Comeback ke Korea Selatan Musim Depan
- KOVO
tvOnenews.com - Megawati Hangestri hampir dipastikan tak akan kembali ke Korea Selatan khususnya Red Sparks pada musim depan dengan sejumlah alasan.
Hal ini disampaikan oleh media setempat yang menyebut jika agen Megawati Hangestri terlebih dahulu menghubungi mereka agar spekulasi tidak menyebar luas.
Jelang berakhirnya kiprah Megawati Hangestri bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, masa depannya kembali dikaitkan dengan Red Sparks.
Proliga 2026 baru akan selesai pada April 2026 mendatang sedangkan kiprah Red Sparks di kompetisi V-League musim ini sudah berakhir lebih cepat.
Faktor itulah yang membuat para fans Red Sparks ingin agar sang idola kembali. Tak jarang, mereka juga mengungkit janji Megawati Hangestri terhadap Ko Hee-jin.
Bukan cuma fans Red Sparks saja yang rindu akan sosok Megatron. Pelatih GS Caltex Lee Young-taek bahkan bertekad ingin mengajak Megawati Hangestri.
Kendati demikian, laporan dari media Korea Selatan, Senin (16/6) menyebut jika Megawati Hangestri hampir pasti tidak berkarier di V-League musim depan.
“Kembalinya Megawati Pertiwi ke panggung Korea, yang diharapkan bermain di V-League pada musim 2026-2027 ketika sistem agen bebas kuota Asia dimulai, telah gagal terwujud,” rilis headline SBS News.
SBS News menekankan bahwa ada dua sebab yang pada akhirnya membatalkan tekad Red Sparks dan klub Korea Selatan lainnya untuk memulangkan Megawati Hangestri.
1. Faktor Cedera
- Red Sparks
Media Korea Selatan itu mengambil sepenggal perkataan dari agen Megawati Hangestri yang menuturkan alasan kliennya gagal balik ke V-League.
Fokus pemulihan cedera lutut setelah Proliga 2026 berakhir menjadi alasan utama gagalnya reuni Megatron dengan Red Sparks. Ini terlihat jelas ketika Mega tak maksimal di JPE.
“Saat musim reguler Korea mendekati akhir, ada rasa ingin tahu mengenai masa depan Mega, jadi kami memutuskan untuk mengklarifikasi situasi untuk mencegah kerugian bagi klub,“ ujar agen Mega seperti yang dirilis SBS News.
“Tekad Mega untuk menyelesaikan perawatan lututnya dan kembali menantang panggung Korea dalam kondisi sehat tetap tidak berubah,” sambungnya.
2. Gaji yang Kurang Kompetitif
- KOVO
Masih dalam artikel yang sama, SBS News menduga jika faktor gaji juga membuat Megawati Hangestri urungkan niatnya comeback ke V-League.
Katanya, perubahan regulasi KOVO terkait tanpa try out pemain Asia justru tidak dibarengi dengan kenaikan nominal gaji sehingga untuk Mega, ini seperti penurunan.
“Dilaporkan bahwa nyeri lutut dan fakta bahwa nilai pasarnya tetap tidak berubah meskipun sistem agen bebas telah dimulai menjadi hambatan bagi kepindahannya ke Korea,“ ungkap media lokal.
“Batas gaji tahunan sebagian besar tetap tidak berubah dari draft sebelumnya, yaitu sebesar $150.000 untuk tahun pertama dan $170.000 untuk tahun kedua untuk divisi putri,” jelas SBS News.
Momen Indah Megawati Hangestri di Korea Selatan
- KOVO
Di musim pertamanya gabung Red Sparks pada V-League 2023/2024, Megawati Hangestri mampu bersaing di jajaran top skor liga Korea, tepatnya ranking ke-7.
Ketika itu, Megawati Hangestri mengumpulkan 736 poin dengan tingkat keberhasilan serangan tertinggi keempat yakni senilai 43,95 persen.
Jumlah itu meningkat di musim keduanya. Mega masuk ke peringkat 3 top skor dengan 802 poin serta tingkat keberhasilan sebesar 48,06 persen. Ia juga bawa Red Sparks ke final V-League.
Namun setelah ditinggal Megawati Hangestri, nasib Red Sparks makin suram. Mereka menyudahi V-League di dasar klasemen dengan 8 menang dan 28 kalah.
(han)
Load more