GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Kamis, 28 Mei 2026 - 14:00 WIB
Skuad Hyundai Hillstate musim 2025/2026.
Sumber :
  • Instagram/hdecvolleyballteam

tvOnenews.com - Kim Da-in siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri Pertiwi di Suwon Hyundai Hillstate. Setter bergaji Rp6,3 miliar itu mengusung ambisi membawa Hillstate juara V-League musim depan.

Setter tim nasional voli putri Korea Selatan sekaligus rekan setim Megawati Hangestri di Suwon Hyundai E&C Hillstate itu akhirnya memilih bertahan bersama klubnya usai memperoleh status free agent (FA) profesional pertama dalam kariernya pada 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan itu diambil usai melalui banyak pertimbangan, termasuk peluang untuk mencoba karier di luar negeri demi mendapatkan pengalaman baru.

Setter Hyundai Hillstate, Kim Da-in (kiri) dan Megawati Hangestri saat berseragam Red Sparks (kanan).
Setter Hyundai Hillstate, Kim Da-in (kiri) dan Megawati Hangestri saat berseragam Red Sparks (kanan).
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / KOVO

Menurut laporan media Korea My Daily Korea, Kim Da-in  menandatangani kontrak senilai 540 juta won atau sekitar Rp6,3 miliar. Nilai tersebut menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di voli putri Korea Selatan musim ini, sekaligus setter dengan gaji tertinggi di V-League.

Lahir pada 1998, Kim Da-in resmi masuk daftar FA setelah menjalani sembilan musim di V-League. Meski direkrut Hyundai Hillstate lewat putaran kedua draft rookie 2017, ia sempat gagal memenuhi syarat FA karena minim kesempatan bermain dalam tiga musim awal kariernya.

Di balik keputusan bertahan itu, Kim Da-in mengaku sempat memiliki keinginan kuat untuk mencari tantangan baru di luar Korea Selatan.

“Sejujurnya, awalnya, saya memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan. Saya tidak berpikir saya hanya seorang anak muda lagi. Saya pikir saya bertanya-tanya apakah saya akan mampu menghadapi tantangan jika bukan sekarang. Jadi, setelah banyak berbicara dan merenung, saya memutuskan untuk tetap tinggal,” ujar Kim Da-in, dikutip dari My Daily Korea.

Walau memilih bertahan, Kim Da-in menegaskan dirinya masih memiliki ambisi besar untuk berkembang sebagai setter. Ia bahkan mengaku memiliki mimpi bermain di luar negeri seperti sejumlah seniornya.

“Bukankah setiap orang memiliki mimpi untuk pergi ke luar negeri? Secara realistis, itu tidak mudah karena saya tidak tinggi. Jadi saya pikir saya perlu meningkatkan keterampilan saya, seperti membuat lemparan saya lebih tepat,” katanya.

Kim Da-in juga merasa masih banyak aspek permainannya yang perlu diperbaiki, mulai dari pergerakan hingga kemampuan bertahan.

“Ada banyak area di mana saya perlu berkembang. Saya ingin mengurangi gerakan yang tidak perlu, dan meskipun memblokir adalah kelemahan, saya ingin meminimalkannya. Karena saya tidak bisa memblokir, saya harus bekerja lebih keras dalam pertahanan. Saya pikir saya akan sedih jika saya berpikir ada batasnya. Saya ingin terus maju tanpa batasan apa pun. Saya masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa status free agent tidak mengubah mentalitas maupun sikapnya terhadap voli.

“Sikap saya terhadap voli tetap sama bahkan setelah menjadi pemain bebas. Saya tidak bermain selama ini hanya demi status pemain bebas ini. Tentu saja, saya mungkin merasa sedikit lebih bertanggung jawab, tetapi pola pikir atau sikap saya terhadap voli tidak akan berubah.”

Kim Da-in juga menekankan pentingnya bekerja keras secara konsisten.

“Sudah tepat untuk bekerja keras secara konsisten, seperti yang selalu saya lakukan. Penting untuk menetapkan tujuan saya sendiri dan terus maju.”

Setter andalan Korea Selatan itu pun mengungkapkan rasa cintanya terhadap Hyundai Hillstate, klub yang telah ia bela selama sembilan tahun terakhir.

“Saya memiliki kasih sayang, kebanggaan, dan kepercayaan diri yang besar terhadap tim ini. Klub juga berusaha keras untuk mempertahankan saya,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia juga mengaku banyak berdiskusi dengan pelatih dan manajemen sebelum akhirnya memilih bertahan.

“Saya banyak berbicara dengan manajer. Dia bukan tipe orang yang suka berbohong. Saya mempercayai manajer. Saya juga berbicara terbuka dengannya. Saya juga menerima banyak panggilan dari manajemen. Rasanya seperti mereka akan membanjiri ponsel saya. Mereka menunjukkan ketulusan yang begitu besar sehingga saya memutuskan untuk tetap tinggal.”

Dalam sistem batas gaji individu, Kim Da-in kini menerima bayaran maksimal bersama middle blocker Jung Ho-young yang hijrah ke Heungkuk Life Pink Spiders.

Kim Da-in juga menyinggung sosok seniornya, Yang Hyo-jin, yang memutuskan pensiun usai musim 2025-2026.

“Saya rasa saya sudah menerima banyak. Saya bersyukur. Namun, saya juga berpikir bahwa jika saya menerima sedikit lebih banyak, perlakuan terhadap setter lain mungkin juga akan meningkat,” ujarnya.

“Tentu ada hal-hal yang diharapkan tim dari saya. Yang Hyo-jin telah pensiun. Ia luar biasa dalam hal gaya hidupnya, bagaimana ia memperlakukan juniornya, dan keterampilan volinya—sampai-sampai saya bertanya-tanya, ‘Bagaimana ia bisa melakukan itu?’ Saya rasa saya tidak bisa mengikuti jejak Hyo-jin, tetapi saya tetap ingin menjadi seseorang yang menginspirasi. Saya ingin memberikan pengaruh positif pada junior saya.”

Hyundai Hillstate asuhan Kang Sung-hyung sendiri melakukan banyak perubahan untuk musim 2026. Setelah ditinggal pensiun Yang Hyo-jin, klub mendatangkan veteran Bae Yoo-na serta outside hitter Lee Han-bi dari Pepper Savings Bank.

Untuk slot pemain Asia, Hyundai kembali diperkuat Megawati Hangestri yang diproyeksikan membentuk duet tajam bersama outside hitter asing, Jordan Wilson.

Menjelang musim baru, Kim Da-in berharap dirinya dan tim bisa berkembang bersama.

Trio baru Hyundai E&C Hillstate yang dihuni Megawati Hangestri, Jordan Wilson, dan Kim Da-in diprediksi menjadi salah satu kekuatan baru di V-League musim depan.

Megatron sendiri nantinya akan mendapat suplai bola dari Kim Da-in yang saat ini dianggap sebagai setter nomor satu di Liga Voli Korea Selatan.

“Tahun lalu juga dimulai dengan sedikit tanda tanya. Pertama-tama, Ji-yoon perlu pulih sepenuhnya. Ada banyak kombinasi baru, dan kita harus memulai dari awal lagi, tetapi atmosfer dan gaya unik kita tidak pernah berubah, dan kita terus maju dengan stabil. Saya berharap saya dan tim akan tumbuh bersama tahun ini.”

Kim Da-in merupakan setter yang sukses membawa Hyundai Hillstate menjuarai V-League 2023-2024. Ia juga pernah meraih penghargaan KOVO Cup Rising Star 2019 dan beberapa kali masuk Best 7 V-League.

Meski sudah mengoleksi banyak prestasi, Kim Da-in mengaku belum puas dan ingin terus berkembang menjadi setter dengan distribusi bola yang lebih akurat. (ind) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Link Live Streaming Road to UFC Season 5: Tarung Malam Ini, Ada Yudi Cahyadi vs Xie Bin Berebut Kontrak UFC

Link Live Streaming Road to UFC Season 5: Tarung Malam Ini, Ada Yudi Cahyadi vs Xie Bin Berebut Kontrak UFC

Link live streaming Road to UFC Season 5 (RTU5), di mana malam ini ada petarung MMA Indonesia yakni Yudi Cahyadi yang akan bersua dengan wakil tuan rumah.
Daftar 6 Pemain Diaspora Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026, Satu Nama Resmi Dicoret Nova Arianto

Daftar 6 Pemain Diaspora Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026, Satu Nama Resmi Dicoret Nova Arianto

Nova Arianto membawa enam pemain diaspora ke Piala AFF U-19 2026, setelah mencoret Igor Sanders karena kondisi belum siap jelang laga pembuka di Medan nanti.
Bos McLaren Ungkap Penyebab Sebenarnya Lando Norris Gagal Finis saat Balapan Utama F1 GP Kanada, Ternyata Gara-gara...

Bos McLaren Ungkap Penyebab Sebenarnya Lando Norris Gagal Finis saat Balapan Utama F1 GP Kanada, Ternyata Gara-gara...

Kepala tim McLaren, Andrea Stella mengungkap penyebab utama gagalnya Lando Norris finis pada gelaran F1 GP Kanada yang berlangsung pada akhir pekan kemarin.
Enzo Fernandez Minta Tinggalkan Chelsea, Real Madrid Siap Jadi Tujuan tapi Harganya Bikin Melongo

Enzo Fernandez Minta Tinggalkan Chelsea, Real Madrid Siap Jadi Tujuan tapi Harganya Bikin Melongo

Enzo Fernandez dikabarkan ingin meninggalkan Chelsea, sementara Real Madrid jadi tujuan favorit dan The Blues memasang harga fantastis senilai 120 juta pound.
Libur Idul Adha, Tol Medan-Binjai Maksimalkan Layanan Lalu Lintas dan Rest Area

Libur Idul Adha, Tol Medan-Binjai Maksimalkan Layanan Lalu Lintas dan Rest Area

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026), PT Medan Binjai Toll (MBT) bersama PT Hakaaston (HKA) memaksimalkan layanan lalu lintas serta fasilitas rest area Kilometer 10 Jalan Tol Medan-Binjai guna mendukung kelancaran arus kendaraan selama libur panjang.
Mengenang Sosok Bagas Amar Hakiki, Mahasiswa UGM yang Dikenal Aktif dan Kreatif di Lingkungan Kampus

Mengenang Sosok Bagas Amar Hakiki, Mahasiswa UGM yang Dikenal Aktif dan Kreatif di Lingkungan Kampus

Sosok Bagas Amar Hakiki, mahasiswa Sastra Prancis UGM yang aktif di Unit Fotografi UGM dan pernah magang di tvOnenews Yogyakarta.

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

Dua pemain keturunan, Thom Haye dan Shayne Pattynama terpantau mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia. Keduanya turut hadir di TC perdana meski sejatinya absen dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Fabio Grosso Ingin Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Fabio Grosso Ingin Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Laporan dari Italia mengatakan bahwa Jay Idzes bisa dibawa Fabio Grosso ke Fiorentina. Sang bek Timnas Indonesia bisa direkrut oleh La Viola pada bursa transfer musim panas.
Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Daftar kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati pada Mei 2026, mulai dari Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati dan KH Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Ponpes di Pekalongan.
Belum Debut di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Dunia, Bersanding dengan Sang Idola

Belum Debut di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Dunia, Bersanding dengan Sang Idola

Megawati Hangestri kembali mendapat pengakuan dunia meski belum menjalani debut di Hyundai Hillstate. Pevoli asal Jember itu kini masuk jajaran pevoli putri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT