Tiga Cabor Indonesia Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026, NOC Pastikan Perlakuan Setara
- asian games
Jakarta, tvOnenews.com - Tiga cabang olahraga (cabor) Indonesia yakni tinju, anggar, dan tenis meja akan berangkat secara mandiri alias tidak menggunakan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketiga cabor tersebut berangkat melalui skema pendanaan mandiri yang berasal dari federasi masing-masing serta dukungan mitra.
Meski demikian, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memastikan atlet dari cabor tinju, anggar dan tenis meja tetap mendapatkan perlakukan setara. Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum NOC Indonesia menegaskan perbedaan sumber pendanaan tidak akan memengaruhi pelayanan yang diterima para atlet selama membela Merah Putih.
Nantinya seluruh atlet yang masuk dalam kontingen resmi Indonesia tetap memperoleh dukungan yang sama, baik dari sisi operasional, koordinasi, maupun kebutuhan selama berada di Jepang.
"Tidak ada perbedaan antara cabang olahraga yang didukung melalui APBN maupun yang berangkat secara mandiri,” kata Okto.
“Ketika mereka resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia. Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama," tambahnya.
Menurut Okto, keikutsertaan melalui pendanaan mandiri mencerminkan komitmen besar federasi untuk menjaga kesempatan atlet tampil di ajang multiolahraga paling bergengsi di Asia.
Ia menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga nasional juga dapat tumbuh melalui kolaborasi antara organisasi olahraga dan sektor pendukung.
NOC Indonesia juga memastikan proses seleksi atlet tetap dilakukan secara objektif tanpa membedakan asal pembiayaan. Setiap cabang olahraga harus melewati evaluasi menyeluruh, mulai dari kesiapan atlet, potensi meraih prestasi, hingga kebutuhan teknis selama kompetisi.
"NOC Indonesia memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam Tim Indonesia memperoleh pelayanan, koordinasi, dan dukungan kontingen yang sama selama mengikuti Asian Games. Yang kami nilai bukan dari sumber pembiayaannya, melainkan kesiapan mereka untuk bersaing dan mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.
Dukungan terhadap skema ini juga datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ia mengapresiasi federasi dan para mitra yang bersedia membantu pembiayaan sehingga atlet tetap memiliki kesempatan mengharumkan nama Indonesia di Asian Games 2026.
Load more