Lepas Tim Indonesia, NOC Ingatkan Atlet Bawa Misi Penting di Asian Games 2026
- NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as
Jakarta, tvOnenews.com - NOC Indonesia resmi mengukuhkan Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Wisma Serba Guna GBK Senayan, Jakarta, Rabu (8/9/2026).
Asian Games 2026 akan digelar pada 19 September-4 Oktober 2026. Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengingatkan Tim Indonesia membawa misi penting di Jepang.
Raja Sapta Oktohari meminta seluruh atlet dan ofisial menjaga fokus, kondisi fisik, serta semangat juang dalam menghadapi pertandingan.
Menurutnya, Asian Games bukan hanya panggung untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan bagi atlet Indonesia menunjukkan karakter, sportivitas, dan membawa nama baik bangsa di kancah Asia.
"Hari ini kita mengukuhkan Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Setelah melalui proses persiapan yang panjang, sekarang saatnya fokus bertanding. Bawa semangat Merah Putih, jaga nama baik Indonesia, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.
Tak hanya membawa prestasi untuk Merah Putih, Tim Indonesia pun membawa diplomasi olahraga untuk memperkuat persahabatan antarnegara di Asia, termasuk di Indonesia dan Jepang.
"Kita datang ke Jepang bukan hanya untuk bertanding dan mengejar medali. Kita membawa nama bangsa sekaligus memperkuat persahabatan melalui olahraga. Saya percaya atlet-atlet Indonesia mampu menunjukkan perjuangan, disiplin, dan karakter yang membanggakan," kata Okto.
Bukan tanpa tantangan, kondisi cuaca di Nagoya yang berpengaruh pada bencana alam banjir pun menjadi kesulitan bagi para atlet.
CdM Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, mengatakan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait di Jepang terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan kontingen, termasuk kesiapan venue dan fasilitas latihan bagi cabang olahraga yang telah tiba di Jepang.
“Kami terus melakukan monitoring. Memang terjadi situasi major di Nagoya akibat banjir. Hari ini otoritas pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan untuk me-lock sementara berbagai kegiatan di Nagoya,” kata Todotua.
Menurut Todotua, dampak situasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh kontingen Indonesia, tetapi juga masyarakat dan seluruh pihak yang berada di wilayah Nagoya. Sejumlah aktivitas pelayanan publik turut terdampak sebagai bagian dari langkah penanganan kondisi darurat.
“Impact-nya bukan hanya kepada kita, tetapi kepada semua yang hadir di sana. Bukan hanya venue olahraga, tetapi juga pelayanan umum seperti rumah sakit, sekolah dan kegiatan lainnya. Karena itu kami terus berkomunikasi dengan tim yang ada di sana untuk mencari solusi, termasuk tempat latihan,” jelas Todotua.
Todotua memastikan kepentingan dan keselamatan atlet tetap menjadi perhatian utama. NOC Indonesia dan Tim CdM juga menghormati serta mendukung langkah otoritas Jepang dalam menangani situasi tersebut.
“Ini memang situasi major dan force majeure, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Prinsip kami adalah tetap mendukung sekaligus memonitor situasi di lapangan. Untuk keputusan teknis selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan panitia dan memberikan pandangan terbaik demi kepentingan atlet Indonesia,” ujarnya.
Load more