PBSI Minta Maaf Usai Kegagalan di Thomas Cup 2026: Jangan Salahkan Atlet, Kami Tanggung Jawab!
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, akhirnya buka suara terkait kegagalan tim Indonesia di ajang Thomas Cup 2026.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas hasil buruk yang diraih skuad Merah Putih.
Taufik menegaskan bahwa tanggung jawab atas kegagalan tersebut sepenuhnya berada di tangan federasi. Karena itu, ia meminta publik tidak menyalahkan para atlet yang sudah berjuang maksimal selama turnamen berlangsung.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Tim Indonesia sendiri harus mengakhiri langkah lebih cepat pada Thomas Cup 2026 yang digelar di Denmark. Hasil tersebut menjadi sorotan karena Indonesia gagal melangkah ke fase gugur usai hanya finis di fase grup.
Skuad yang dipimpin Fajar Alfian itu harus menerima kenyataan pahit setelah tumbang dari Perancis. Kekalahan tersebut sekaligus membuat sejarah buruk bagi perjalanan Indonesia di turnamen beregu paling bergengsi itu.
Untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan Indonesia pada 1958, tim Merah Putih gagal lolos dari babak penyisihan grup. Catatan tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi tradisi kuat bulutangkis Indonesia di level dunia.
Atas pencapaian yang jauh dari harapan itu, Taufik Hidayat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui hasil yang diraih memang mengecewakan, baik bagi pengurus maupun masyarakat pecinta bulutangkis Tanah Air.
Menurut Taufik, publik juga perlu melihat kondisi dan perkembangan kekuatan bulutangkis dunia saat ini. Ia menilai persaingan kini semakin ketat sehingga Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada sejarah besar di masa lalu.
- PBSI
"Mungkin ini yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk tanggapan Thomas Cup dan Uber Cup. Tentu pengurus ada kecewa tapi kita harus lihat dari sisi atlet," ujar Taufik dalam konferensi pers, Jumat (8/5/2026).
"Kita harus realistis. Kita tahu ekspektasi terhadap bulutangkis begitu besar dan kita punya sejarah yang bagus 10-20-30 tahun lalu di Thomas Cup dan Uber Cup," tambahnya.
Lebih lanjut, Taufik mengatakan para pemain sebenarnya telah menunjukkan perjuangan maksimal di lapangan. Sebagai mantan atlet, ia memahami bahwa hasil pertandingan terkadang tidak berjalan sesuai harapan meski persiapan sudah dilakukan dengan baik.
Ia pun meminta masyarakat agar tidak langsung menyudutkan para pemain atas hasil minor tersebut. Sebab menurutnya, atlet adalah pihak yang paling merasakan tekanan ketika bertanding membawa nama bangsa.
"Saya juga punya pengalaman jadi atlet, bahwa semua atlet sudah berjuang di lapangan. Tapi kita bisa nilai dari sisi apa. Kadang di lapangan hasilnya tidak sesuai harapan," kata Taufik.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Taufik kembali menegaskan bahwa pengurus PBSI siap menerima kritik atas hasil di Thomas Cup 2026. Ia menilai proses pembinaan dan pencapaian gelar juara tidak bisa diraih secara instan,
"Kami menyadari. Kalau mau menyalahkan jangan salahkan atlet. Salahkan kami sebagai pengurus seperti apa. Karena menghasilkan juara itu butuh proses," ucap Taufik.
Sementara itu, tim Indonesia di Uber Cup 2026 masih mampu membawa pulang medali perunggu. Tim Merah Putih harus terhenti di semifinal setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan pada Sabtu (2/5) pekan lalu.
Satu-satunya poin kemenangan Indonesia saat menghadapi Korea Selatan disumbangkan oleh Thalita Ramadhani Wiryawan.
Meski gagal menembus final, hasil tersebut disebut tetap sesuai dengan target yang sebelumnya telah dicanangkan PBSI untuk tim Uber Indonesia.
(igp)
Load more