News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Keisha Fatimah Azzahra? Pebulu Tangkis Kelahiran Indonesia yang Rela Pindah ke Azerbaijan demi Tampil di Olimpiade

Keisha Fatimah Azzahra rela pindah dari Indonesia ke Azerbaijan demi menjaga karier bulu tangkisnya. Simak kisahnya.
Minggu, 28 Juni 2026 - 10:25 WIB
Keisha Fatimah Azzahra
Sumber :
  • Twitter/@bwfmedia

tvOnenews.com - Nama Keisha Fatimah Azzahra mulai mencuri perhatian pecinta bulu tangkis Indonesia.

Meski lahir di Pekanbaru, Riau, atlet berusia 21 tahun itu kini tampil di berbagai turnamen internasional dengan membawa bendera Azerbaijan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Demi menjaga kariernya tetap berlanjut dan mewujudkan impian tampil di Olimpiade, Keisha rela berganti kewarganegaraan setelah gagal menembus Pelatnas PBSI.

Kini, langkah beraninya mulai membuahkan hasil. Ia sudah merasakan tampil di Olimpiade Paris 2024 dan bertekad kembali lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Gagal Masuk Pelatnas PBSI

Keisha Fatimah Azzahra lahir di Pekanbaru, Riau, pada 12 Agustus 2003.

Sejak kecil, ia menekuni bulu tangkis dan berlatih di Mutiara Cardinal Bandung, salah satu klub yang cukup dikenal dalam pembinaan atlet muda Indonesia.

Impian besarnya adalah menjadi bagian dari Pelatnas PBSI Cipayung.

Kesempatan itu datang saat mengikuti Seleksi Nasional PBSI 2022. Namun, Keisha harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Kyla Legiana Agatha di partai final.

Karena saat itu PBSI hanya mengambil juara untuk bergabung ke pelatnas, mimpi Keisha membela Indonesia di level tertinggi pun kandas.

Memilih Membela Azerbaijan

Di tengah kekecewaan tersebut, sebuah peluang datang dari Azerbaijan.

Federasi bulu tangkis negara yang beribu kota di Baku itu menawarkan kesempatan kepada Keisha untuk bergabung sebagai atlet nasional.

Tanpa berpikir terlalu lama, Keisha menerima tawaran tersebut.

"Sebelumnya ikut seleknas 2022, tapi cuma jadi runner up. Yang diambil sama pelatnas cuma juaranya saja. Jadi, pilihannya ke Azerbaijan karena masih mau jadi pemain,"

Ia mengaku keputusan tersebut diambil karena masih ingin mengejar cita-citanya sebagai pebulu tangkis profesional.

"Kebetulan dapat channel ke Azerbaijan. Karena masih mau jadi pemain, jadi ke sana saja daripada menganggur dan ayah juga setuju,"

Keisha resmi bergabung dengan Azerbaijan pada akhir 2022. Di sana, ia tidak sendirian karena sudah ada beberapa atlet kelahiran Indonesia yang lebih dulu memperkuat negara tersebut, salah satunya Ade Resky Dwicahyo.

Keisha mengaku salah satu keuntungan terbesar membela Azerbaijan adalah kesempatan bertanding yang jauh lebih sering.

Federasi setempat rutin mengirimnya ke berbagai turnamen internasional untuk menambah pengalaman dan meningkatkan peringkat dunia.

"Di sana enak karena sering diikutkan pertandingan. Dalam satu bulan bisa dua sampai tiga kali ikut turnamen. Mereka juga memahami kondisi kita,"

Dukungan tersebut membuat perkembangan Keisha semakin pesat.

Ia bahkan berhasil lolos ke Olimpiade Paris 2024, sebuah kesempatan yang mungkin sulit diraihnya jika tetap bertahan di Indonesia mengingat ketatnya persaingan di sektor tunggal putri.

Kini Keisha menargetkan bisa kembali tampil pada Olimpiade Los Angeles 2028.

"Mereka targetnya kalau bisa juara di Kejuaraan Eropa. Di sana ada European Games juga yang sama seperti Asian Games. Saya sendiri ingin masuk Olimpiade lagi (di 2028),"

Salah satu momen yang paling menarik dalam perjalanan karier Keisha terjadi saat tampil di Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan.

Meski lahir dan besar di Indonesia, ia turun sebagai wakil Azerbaijan.

Keisha memulai perjuangannya dari babak kualifikasi dan berhasil melaju ke babak utama setelah mengalahkan wakil tuan rumah Ruzana melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-17, 16-21, dan 21-19.

Langkahnya kemudian terhenti di babak 32 besar setelah kalah dari unggulan Thailand Pornpawee Chochuwong dengan skor 17-21 dan 12-21.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Keisha mengaku tetap bahagia bisa tampil di Istora Senayan.

"Ini pertama kalinya main di Indonesia Masters. Rasanya pasti senang main di negara sendiri walaupun bawa negara lain. Ada sedikit pressure juga karena penontonnya Indonesia semua,"

Ia mengaku sebenarnya sempat mengira tidak akan tampil karena awalnya hanya berada di daftar tunggu.

"Saya kira tidak main, tapi dikabarkan bisa. Jadi mendadak juga ke sini. Hasilnya memuaskan karena targetnya hanya sampai 32 besar,"

Performa Keisha terus meningkat sepanjang musim.

Pada ajang BWF Super 500 Hylo Open 2025 di Jerman, ia berhasil mencuri perhatian setelah melaju hingga babak perempat final.

Perjalanannya baru terhenti oleh wakil Indonesia, Putri Kusuma Wardani, dalam pertandingan ketat dengan skor 18-21 dan 19-21.

Penampilannya saat itu menuai banyak pujian karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada unggulan pertama turnamen.

Keisha dikenal sebagai pemain bertangan kiri (kidal) dengan karakter permainan menyerang.

Ia memiliki kecepatan kaki yang baik, pukulan yang tajam, serta daya tahan fisik yang kuat sehingga mampu tampil kompetitif dalam pertandingan berdurasi panjang.

Berkat konsistensinya di berbagai turnamen internasional, Keisha perlahan terus memperbaiki posisinya di peringkat dunia BWF.

Fenomena atlet kelahiran Indonesia yang memilih membela negara lain bukan hal baru di dunia bulu tangkis.

Selain Keisha Fatimah Azzahra, ada nama Ade Resky Dwicahyo yang juga memperkuat Azerbaijan setelah sebelumnya berkarier di Indonesia.

Sebelumnya, legenda bulu tangkis Mia Audina juga pernah menjadi sorotan setelah berganti kewarganegaraan menjadi Belanda dan mencatat sejarah sebagai satu-satunya pebulu tangkis yang berhasil meraih medali Olimpiade untuk dua negara berbeda, yakni Indonesia dan Belanda.

Meski memilih membela negara lain, kisah mereka menunjukkan bahwa banyak atlet Indonesia tetap mampu bersaing di level dunia ketika mendapatkan kesempatan, dukungan, dan jam terbang yang lebih besar.

Bagi Keisha Fatimah Azzahra, keputusan pindah ke Azerbaijan bukan sekadar pergantian bendera. 

Langkah itu menjadi jalan untuk menjaga mimpi tetap hidup, membangun karier internasional, sekaligus membuktikan bahwa kerja keras mampu membuka peluang di panggung bulu tangkis dunia.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT