News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang F1 GP Las Vegas, Bos McLaren Sindir Max Verstappen: Sudah Kelewat Batas

Menjelang F1 Grand Prix Las Vegas, bos McLaren beri kritikan pedas untuk Max Verstappen. Begini katanya.
Jumat, 21 November 2025 - 11:47 WIB
Pembalap Red Bull, Max Verstappen
Sumber :
  • F1

tvOnenews.com - Menjelang Grand Prix Las Vegas, tensi di paddock F1 kembali meninggi setelah McLaren semakin lantang menilai gaya bertarung para rivalnya di lintasan.

CEO McLaren, Zak Brown, kembali menyoroti cara membalap Max Verstappen yang menurutnya kerap berada di luar batas kewajaran ketika berebut posisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, posisi Verstappen di klasemen sedang tertekan.

Max Verstappen di F1 GP Brasil 2024
Max Verstappen di F1 GP Brasil 2024
Sumber :
  • Facebook/Oracle Red Bull Racing

 

Ia tertinggal 49 poin dari Lando Norris dalam perebutan gelar juara dunia.

Situasi tersebut membuat balapan di Las Vegas berpotensi menjadi titik penentu apakah pembalap Red Bull itu masih memiliki peluang mempertahankan gelar kelimanya.

Jika kembali kehilangan poin, kesempatan itu bisa tertutup sepenuhnya.

Dalam kondisi terdesak seperti itu, Verstappen dikenal sebagai pembalap yang tidak ragu mengambil risiko besar.

Namun, bagi Zak Brown, agresivitas tersebut tidak selalu sesuai dengan batas etika yang umumnya dijaga dalam duel wheel to wheel.

Brown menyinggung sejumlah insiden di São Paulo dalam beberapa musim terakhir, khususnya saat Verstappen berduel dengan Lewis Hamilton, sebagai contoh nyata.

Brown menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati kualitas Verstappen sebagai salah satu pembalap terbaik di era modern.

“Saya tidak ingin merendahkan Max, ia adalah juara dunia empat kali. Namun ia bisa jadi sosok yang sangat keras di trek, terkadang terlalu agresif. Ada momen di mana sisi arogansinya terlihat,” ujar Brown kepada The Telegraph.

Max Verstappen & Lando Norris
Max Verstappen & Lando Norris
Sumber :
  • Instagram @maxverstappen1 & formula1.com

 

Ia menambahkan bahwa para juara dunia biasanya memang memiliki kepercayaan diri yang besar, namun tetap ada batas etik dalam bertarung di atas lintasan.

Ketika mendapat pertanyaan apakah Verstappen pernah melewati batas, Brown memberikan jawaban tegas.

“Ada saat di mana ia melampaui batas yang seharusnya.”

Dalam pernyataannya, ia kembali merujuk pada persaingan panjang Verstappen dengan Hamilton di Brasil, yang menurutnya beberapa kali memunculkan manuver terlalu memaksa dan berpotensi memicu kecelakaan.

Musim ini, persaingan Red Bull dan McLaren memanas setelah performa mobil McLaren melonjak signifikan.

Semua komentar dari Brown dan jajaran tim lainnya kini semakin diperhatikan, apalagi balapan tersisa tinggal tiga seri dan Las Vegas berada di posisi krusial dalam perburuan gelar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan tekanan semakin besar dan setiap poin memiliki dampak besar terhadap hasil akhir musim, gaya membalap Verstappen diperkirakan akan terus menjadi bahan perdebatan.

Tidak menutup kemungkinan, diskusi itu akan terus berlanjut hingga seri penutup di Abu Dhabi. (tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT