GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sadar Terlalu Meremehkan Masalah yang Dialami Lewis Hamilton di F1 2025, Bos Ferrari Sebut Mereka Harus...

Ferrari akhirnya menyadari kesulitan besar yang dialami Lewis Hamilton sepanjang F1 2025.
Jumat, 26 Desember 2025 - 17:33 WIB
Lewis Hamilton
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

tvOnenews.com - Ferrari akhirnya menyadari kesulitan besar yang dialami Lewis Hamilton sepanjang F1 2025.

Kepindahan Hamilton ke Ferrari ternyata tidak berjalan semulus yang dibayangkan banyak pihak, termasuk manajemen internal tim sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bos Ferrari, Frederic Vasseur, secara terbuka mengakui bahwa ia sempat meremehkan tantangan adaptasi yang dihadapi juara dunia tujuh kali tersebut.

Lewis Hamilton
Lewis Hamilton
Sumber :
  • Facebook/Scuderia Ferrari

"Saya pikir itu sulit bagi Lewis, dan mungkin itu kata yang terlalu kecil, tetapi itu sulit karena setelah 20 tahun, dia menghabiskan 20 tahun bersama Mercedes, itu adalah perubahan besar," Vasseur mengakui.

Ia menilai perpindahan lingkungan kerja Hamilton membawa konsekuensi teknis dan psikologis yang jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.

"Saya pribadi meremehkan langkah tersebut. Bukan berarti kami melakukan lebih buruk atau lebih baik, tetapi kami hanya melakukan hal yang berbeda." terang Vasseur.

Menurut Vasseur, perbedaan tidak hanya soal kebiasaan harian, tetapi juga menyangkut detail teknis yang sangat krusial di era F1 modern.

"Ini bukan hanya tentang makanan atau cuaca, tetapi setiap perangkat lunak berbeda, setiap komponen berbeda, orang-orang di sekitarnya juga berbeda, dan jika Anda tidak menguasai semuanya, Anda akan kehilangan beberapa ratusan detik, dan hari ini dengan kondisi yang ada, saya rasa di Abu Dhabi pada Q2, selisih waktu antara P5 dan P15 hanya sepersepuluh detik." lanjut Vasseur.

Ferrari pun mengakui belum mampu mengontrol seluruh paket performa secara maksimal sepanjang musim 2025.

Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur
Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur
Sumber :
  • Facebook/Ferrari

"Kami tidak sepenuhnya mengendalikan setiap detail dan paket, dan kami sedikit kehilangan arah musim ini." ungakpnya.

Vasseur menegaskan kebangkitan Ferrari harus melibatkan perubahan dari seluruh elemen tim, bukan hanya satu pihak.

"Saya pikir itu harus datang dari mana saja. Saya pikir pola pikir tim dan pola pikir pembalap haruslah bahwa mari kita coba melakukan pekerjaan yang lebih baik di mana-mana." jelas Vasseur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menolak anggapan bahwa ketertinggalan performa selalu disebabkan satu faktor tunggal.

"Bukannya jika ada sesuatu yang berjalan dengan baik dan sisanya berjalan salah. Pada akhirnya, kita harus meningkatkan diri." lanjutnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sekalipun Kalah dari Jepang, Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia U-17 2026 dengan Skenario Begini

Sekalipun Kalah dari Jepang, Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia U-17 2026 dengan Skenario Begini

Timnas Indonesia U-17 masih bisa berharap untuk mendapatkan satu tiket lolos ke Piala Dunia U-17 2026 walau kalah dari Jepang. Mereka bisa meraihnya tanpa menjadi perempatfinalis Piala Asia U-17 2026.
Tabir Motif di Balik Pembunuhan Badut ke Mertua

Tabir Motif di Balik Pembunuhan Badut ke Mertua

Polres Kabupaten Mojokerto ungkap tabir di balik aksi pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Satuan terhadap ibu mertuanya, Siti Arofah, di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Mojokerto.
Modus “Pengobatan” Kiai Ashari Terungkap: Dalih Penyakit Batin hingga Ajak Santriwati Tidur Bareng

Modus “Pengobatan” Kiai Ashari Terungkap: Dalih Penyakit Batin hingga Ajak Santriwati Tidur Bareng

Pengakuan korban mengungkap modus yang diduga dilakukan Kiai Ashari dalam kasus pelecehan santriwati. Dengan dalih penerawangan penyakit batin, korban diminta.
Kepada Media Belanda, Maarten Paes Bicara soal Masalah yang Dihadapi usai Tukar Paspor Belanda untuk Indonesia

Kepada Media Belanda, Maarten Paes Bicara soal Masalah yang Dihadapi usai Tukar Paspor Belanda untuk Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, berbicara secara terang-terangan soal menukar paspor Belanda miliknya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Itu sempat menjadi skandal di sepak bola Belanda baru-baru ini.
PBB-P2 2026 Lebih Ringan, Warga Jakarta Tak Perlu Ajukan Permohonan Diskon

PBB-P2 2026 Lebih Ringan, Warga Jakarta Tak Perlu Ajukan Permohonan Diskon

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 bagi wajib pajak.
Jordan Wilson Singgung Megawati Hangestri, Siap Bawa Hyundai Hillstate Juara di Liga Voli Korea 2026-2027

Jordan Wilson Singgung Megawati Hangestri, Siap Bawa Hyundai Hillstate Juara di Liga Voli Korea 2026-2027

Pemain asing baru Hyundai Hillstate, Jordan Wilson menyinggung nama Megawati Hangestri sekaligus mengungkapkan harapannya jelang debut di Liga Voli Korea 2026-2027.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT