Max Verstappen Ungkap Penyebab Red Bull Sulit Bersaing di F1 GP Australia 2026
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Red Bull Max Verstappen menilai ketertinggalan timnya dari para pesaing utama di Formula 1, yakni Mercedes dan Ferrari, bukanlah sesuatu yang mengejutkan pada awal musim 2026.
Verstappen harus memulai balapan pembuka musim di Australian Grand Prix dari barisan belakang setelah gagal mencatatkan waktu pada sesi kualifikasi.

- Reuters
Namun, ia mampu bangkit dan finis di posisi keenam pada balapan yang berlangsung di Albert Park Circuit, Melbourne.
Pembalap asal Belanda itu menyentuh garis finis dengan selisih lebih dari 54 detik dari pemenang lomba, George Russell.
Sementara itu, rekan setimnya Isack Hadjar tampil impresif dengan memulai balapan dari posisi ketiga, meskipun masih tertinggal hampir delapan persepuluh detik dari catatan waktu tercepat.
Pada musim lalu, Red Bull sempat mengalami awal yang sulit sebelum akhirnya mampu bangkit lewat pengembangan mobil yang kuat, sehingga Verstappen kembali terlibat dalam perebutan gelar juara dunia.
Ketika ditanya apakah pola kebangkitan serupa dapat terjadi musim ini, Verstappen menilai mobil Red Bull masih memiliki potensi untuk berkembang.
“Kami tentu memiliki potensi pada mobil ini. Dari sisi mesin kami juga tidak terlalu buruk. Saat ini saya pikir kekurangan kecepatan kami sekitar setengah dari mobil dan setengah dari mesin, yang sebenarnya tidak terlalu buruk. Hal-hal seperti itu masih bisa diatasi. Jadi ini bukan sesuatu yang mengejutkan,” ujar Verstappen.
Meski demikian, Verstappen mengaku masih memiliki pandangan kritis terhadap regulasi baru Formula 1 musim ini.
Namun ia tetap mengapresiasi kerja keras tim dan pihak pengembang mesin.
“Saya memang cukup negatif terhadap aturan ini, tetapi saya sangat bangga dengan tim dan juga dengan pihak pengembang mesin. Mereka benar-benar melakukan pekerjaan yang luar biasa,” katanya.
“Dari sisi itu saya sangat senang bisa bekerja dengan mereka. Hanya saja, saya berharap bisa lebih menikmati pengalaman mengemudi mobil ini.”
Verstappen juga menilai Red Bull masih mampu bersaing dengan tim lain jika mampu melakukan sedikit peningkatan performa dalam beberapa balapan ke depan.
“Mereka sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk membawa kami berada di posisi sekarang, bahkan bisa bersaing dengan McLaren yang menggunakan mesin Mercedes,” ujarnya.
“Jika kami bisa sedikit meningkatkan performa, kami mungkin bisa bertarung lebih dekat di barisan depan, dan tiba-tiba situasinya akan terlihat jauh lebih baik.”
“Regulasinya memang tetap sama, tetapi segalanya terasa lebih baik jika kami lebih kompetitif. Saya berharap dalam beberapa balapan ke depan kami bisa membuat langkah maju.”
Verstappen juga menjadi salah satu pembalap yang menyuarakan kekhawatiran terhadap balapan yang ia sebut terasa “kacau” dengan regulasi baru tersebut. Ia merasakan langsung situasi itu ketika harus berjuang dari posisi belakang untuk kembali ke zona poin.
Sepanjang akhir pekan balapan di Melbourne, Ferrari sebenarnya tampil cukup kuat sejak sesi tes pramusim.
Namun tim asal Italia itu belum mampu menandingi kecepatan Mercedes pada sesi kualifikasi, bahkan Hadjar berhasil mengungguli kedua mobil Ferrari.
Meski begitu, Ferrari mampu menunjukkan performa yang lebih baik saat balapan berlangsung.
“Saya sedikit terkejut pada kualifikasi kemarin,” kata Verstappen.
“Saya pikir mereka masih memiliki sedikit performa tambahan, tetapi sepertinya tidak berjalan sesuai rencana. Namun saat balapan mereka sebenarnya tidak terlalu buruk," tukasnya.
(aes)
Load more