FIA Resmi Batalkan F1 GP Bahrain dan GP Arab Saudi Imbas Konflik Timur Tengah, Keamanan Jadi Prioritas
- REUTERS/Hollie Adams
Jakarta, tvOnenews.com - Federation Internationale de l'Automobile (FIA) secara resmi membatalkan dua seri balapan pada musim ini, yakni F1 GP Bahrain 2026 dan F1 GP Arab Saudi 2026. Keputusan ini diambil menyusul meluasnya konflik di Timur Tengah.
Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel dan Amerika Serikat hingga saat ini terus meluas. Hal tersebut nyatanya juga berimbas pada gelaran kejuaraan motorsport Formula 1 2026, yang terpaksa membatalkan dua seri balapan tersebut.
Alhasil seluruh rangkaian balapan yang dijadwalkan berlangsung di dua negara tersebut pada bulan April. Selain balapan Formula 1, sejumlah ajang pendukung seperti Formula 2, Formula 3, serta F1 Academy juga turut dibatalkan.
CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyampaikan bahwa keputusan tersebut memang tidak mudah. Namun menurutnya, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini membuat langkah tersebut menjadi pilihan yang paling tepat.
"Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang benar pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah," ujar CEO Formula 1 Stefano Domenicali dilansir dari laman resmi F1.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FIA serta para promotor yang selama ini mendukung penyelenggaraan balapan. Domenicali menegaskan bahwa pihaknya berharap dapat kembali menggelar balapan di kedua negara tersebut ketika kondisi sudah memungkinkan.
"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada FIA serta promosi kami yang luar biasa atas dukungan dan pengertian mereka secara total karena mereka menantikan kedatangan kami dengan energi dan gairah mereka. Kami tidak sabar untuk kembali bersama mereka secepatnya setelah situasi mengizinkan kami untuk melakukannya," tambahnya.
Dari sisi regulator, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menjelaskan bahwa pertimbangan utama dari keputusan ini adalah faktor keselamatan.
Mohammed Ben Sulayem mengatakan bahwa kondisi keamanan yang belum stabil di kawasan Timur Tengah membuat pembatalan menjadi langkah yang paling bijak untuk saat ini.
"Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan saya berharap untuk kembali ke keduanya segera setelah situasi mengizinkan. Terima kasih tulus kepada promotor, mitra kami, dan kolega kami di seluruh kejuaraan atas pendekatan kolaboratif dan konstruktif yang telah menyebabkan keputusan ini," ucap Mohammed Ben Sulayem.
Load more