Ban Hancur di Akhir Balapan, Francesco Bagnaia Sebut Lap Penutup di COTA Seperti Mimpi Buruk
- Instagram/Francesco Bagnaia
Jakarta, tvOnenews.com - Francesco Bagnaia mengungkapkan kekecewaannya setelah mengalami penurunan performa drastis pada lap-lap akhir MotoGP Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas (COTA), akhir pekan kemarin.
Pembalap pabrikan Ducati Lenovo Team itu awalnya mampu bertahan di posisi lima besar, bahkan sempat mengungguli rekan setimnya, Marc Marquez.
- Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS
Namun, situasi berubah drastis dalam tiga lap terakhir ketika performa ban belakangnya menurun tajam hingga membuatnya kehilangan lima posisi sekaligus.
“Sejujurnya, saya sudah mulai kesulitan sejak pagi,” ujar Bagnaia.
“Bahkan saat warm-up, saya tidak merasakan hal yang sama seperti kemarin. Motor terasa jauh lebih berat dan sulit mempertahankan kecepatan masuk tikungan seperti sebelumnya.”
Masalah tersebut terus berlanjut saat balapan berlangsung.
“Kemudian di balapan, sejak awal saya sudah merasa tidak dalam kondisi bagus. Grip belakang sedikit lebih rendah, mungkin karena kondisi trek, dan saya mulai kesulitan cukup besar,” lanjutnya.
Upaya mempertahankan posisi justru berujung petaka. Saat mencoba menahan serangan di lap-lap akhir, ban belakangnya justru semakin cepat habis.
“Saya hanya menunggu ban pembalap lain di depan turun, tapi justru saya yang lebih dulu drop. Tanpa terlalu memaksa, saya malah benar-benar menghancurkan ban belakang,” katanya.
Ia menggambarkan dua lap terakhir sebagai momen paling sulit sepanjang balapan.
“Saya mencoba mendorong sedikit dengan empat lap tersisa untuk menjaga Marc dan Enea di belakang, tapi dua lap terakhir benar-benar mimpi buruk karena saya berisiko terjatuh.”
“Setiap kali saya sedikit memiringkan motor ke kanan, saya langsung kehilangan grip. Saya sampai mencatat waktu 2 menit 5 detik, sangat lambat,” tambahnya.
Akibatnya, Bagnaia harus puas finis di luar lima besar setelah disalip beberapa pembalap di lap-lap akhir.
(aes)
Load more