Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah
- REUTERS/Jennifer Gauthier
tvOnenews.com - Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, semakin dekat dengan gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026 setelah meraih kemenangan kesembilan musim ini di Grand Prix Amerika Serikat.
Pembalap berusia 20 tahun tersebut kini berada di ambang sejarah karena hanya membutuhkan tambahan dua poin untuk memastikan gelar juara dunia pertamanya.
Antonelli finis di posisi pertama pada Grand Prix Amerika Serikat, seri ke-18 Kejuaraan Dunia F1 2026 yang berlangsung di Circuit of the Americas, Austin, Texas, pada 26 Oktober.
- REUTERS/Mike Segar
Ia mencatatkan waktu 1 jam 35 menit 16,650 detik. Sementara itu, Charles Leclerc dari Ferrari menempati posisi kedua, disusul Max Verstappen dari Red Bull di urutan ketiga.
Memulai balapan dari posisi terdepan setelah mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi, Antonelli mampu mempertahankan keunggulannya sejak awal. Ia berhasil melewati tantangan Verstappen di tikungan pertama dan langsung mengambil kendali balapan.
Meski sempat turun ke posisi keempat pada lap ke-24 akibat melakukan pit stop untuk mengganti ban dengan kompon keras, Antonelli mampu kembali merebut posisi terdepan. Strategi satu kali pit stop yang diterapkan Mercedes terbukti efektif. Dengan ritme balapan yang konsisten, ia mampu menjaga keunggulan sekaligus memperlebar jarak dari para pesaingnya hingga garis finis.
Persaingan di belakang Antonelli juga berlangsung ketat. Charles Leclerc berhasil menyalip Max Verstappen pada lap ke-49 untuk mengamankan posisi kedua. Rekan setimnya di Ferrari, Lewis Hamilton, turut menunjukkan performa kompetitif dengan mengungguli Lando Norris dari McLaren dan finis di posisi keempat.
Sementara itu, George Russell, rekan setim Antonelli di Mercedes, harus puas menyelesaikan balapan di urutan kedelapan.
Usai balapan, Antonelli mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan timnya menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan tersebut.
"Taruhan hanya melakukan satu pit stop membuahkan hasil, memungkinkan kami untuk menang." Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan itu merupakan "prestasi yang lahir dari kerja tim yang luar biasa."
Tambahan poin dari kemenangan tersebut membuat Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen sementara pembalap F1 2026. Ia kini mengoleksi 365 poin, unggul 123 poin atas George Russell yang berada di posisi kedua dengan 242 poin. Hamilton menempati peringkat ketiga dengan raihan 241 poin, terpaut 124 poin dari Antonelli.
Dengan keunggulan tersebut, peluang Antonelli untuk mengamankan gelar juara dunia semakin terbuka. Ia hanya membutuhkan dua poin tambahan agar bisa memastikan gelar pada Grand Prix Mexico City yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November mendatang.
Artinya, Antonelli cukup finis di posisi kesembilan atau lebih baik untuk mengunci gelar juara dunia pertamanya, tanpa bergantung pada hasil para pesaingnya.
Jika berhasil menjadi juara dunia musim ini, Antonelli akan mencatatkan namanya dalam sejarah F1 sebagai juara dunia termuda sepanjang masa. Rekor tersebut saat ini dipegang Sebastian Vettel, yang meraih gelar pertamanya pada 2010 ketika berusia 23 tahun.
Dengan usianya yang baru menginjak 20 tahun, Antonelli berpeluang mematahkan catatan tersebut sekaligus menciptakan tonggak baru dalam sejarah kejuaraan balap mobil paling bergengsi di dunia.
- Reuters
Selain berpotensi menjadi juara dunia termuda, keberhasilan Kimi Antonelli juga akan mengakhiri penantian panjang Italia untuk kembali memiliki juara dunia F1. Pembalap Italia terakhir yang meraih gelar juara dunia adalah Alberto Ascari pada 1953, atau 73 tahun silam.
Dengan keunggulan poin yang signifikan dan hanya beberapa seri tersisa, Antonelli kini berada di posisi yang sangat menguntungkan dalam perebutan gelar juara dunia F1 2026.
Jika mampu mengumpulkan dua poin pada Grand Prix Mexico City, ia tidak hanya akan memastikan gelar pertamanya, tetapi juga berpotensi menorehkan sejarah sebagai juara dunia termuda yang pernah dimiliki Formula 1.
Load more