Lonjakan harga kedelai membuat para pelaku usaha kecil menengah (UKM), khususnya perajin tahu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini tengah dirundung kecemasan.
Menurut para pedagang, harga kedelai mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir. Di mana harganya berangsur naik tiap harinya mulai Rp 100-1.000 per kilogram.
Harga kedelai melonjak, perajin tahu dan tempe di Dukuh Gilingan Lor, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah menaikan harga jual tahu dan tempe.
Harga kedelai impor semakin melonjak mencapai Rp 14.500 per kilogramnya. Melonjaknya harga kedelai impor tersebut semakin membuat pusing produsen tahu dan tempe
Mendag Lutfi menyebut tidak semua asosiasi perajin tempe dan tahu melakukan mogok produksi. Masih banyak perajin yang tetap produksi meski harga kedelai naik.
Harga kedelai yang kini terus mengalami kenaikan membuat produsen tahu tempe di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menjerit. Mereka mengalami penurunan omset hingga terpaksa harus bertahan dengan harga jual murah agar tidak kehilangan pelanggan.
Belum selesai dengan harga minyak goreng kemasan, industri tahu dan tempe kini dihadapkan dengan mahalnya harga kedelai. Para perajin inipun terancam bangkrut.
"Jadi kemungkinan besar para perajin tahu itu sekarang tidak memproduksi selama tiga hari," kata Meiwan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/02/2022).
Protes ke pemerintah karena lonjakan harga kedelai, seratusan perajin di sentra industri tempe Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Banyumas, mogok produksi.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.