Menanggapi kritik panas soal penolakan pembongkaran PKL, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons dengan kepala dingin dan juga cukup menarik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara menanggapi gelombang kritik hingga kemarahan sebagian kelompok masyarakat terkait langkah tegas pemerintah daerah
Sebelum melakukan penertiban PKL Cicadas, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat itu memilih pendekatan berbeda saat menghadapi penolakan para pedagang. Pakai teknik
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM merespons kemarahan PKL Cicadas usai penertiban trotoar di Bandung. Video pembersihan kawasan itu viral dan memicu beragam komentar warga
Padahal awalnya cemberut, tapi akhirnya malah senyum-senyum setelah mendengar penjelasan dari Gubernur Dedi Mulyadi saat bongkar PKL di Cicadas, Kota Bandung.
Dedi Mulyadi tegas soal penertiban PKL di trotoar Bandung. KDM menilai trotoar adalah hak pejalan kaki dan fasilitas umum harus dikembalikan fungsinya.
Dedi Mulyadi menanggapi langsung keluhan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak penataan kawasan Cicadas, Kota Bandung. KDM sorot tuntutan kompensasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan baru bagi pedagang Pasar Cicadas yang mengeluhkan minimnya pendapatan, setelah banyak PKL mengaku hanya.
Baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan penertiban pedagang kaki lima di Trotoar. Tidak disangka menuai kritikan, ia pun merespons tegas
Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara