- BNN / Ist
Siapa Mami, Ratu Sabu Indonesia? Kilas Balik Jejak Dewi Astutik, Otak Jaringan Narkoba Internasional yang Ditangkap di Kamboja
BNN mengungkap bahwa Dewi tidak hanya berperan sebagai penghubung, tetapi juga menjadi perekrut jaringan perdagangan narkotika yang beroperasi di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.
Peran Besar dalam Kasus Sabu Rp5 Triliun
Nama Dewi Astutik mulai menjadi perhatian aparat setelah pengungkapan penyelundupan dua ton sabu yang berasal dari jaringan Golden Triangle. Kasus tersebut menjadi salah satu penyitaan narkotika terbesar yang pernah diungkap aparat Indonesia.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa Dewi merupakan aktor utama dalam penyelundupan dua ton sabu tersebut.
Menurut Suyudi, keberhasilan menggagalkan penyelundupan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Selain kasus dua ton sabu, Dewi juga dikaitkan dengan sejumlah perkara narkotika besar sepanjang 2024 yang melibatkan jaringan Golden Crescent dan Golden Triangle. Jaringan ini diketahui memperdagangkan berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, kokain, hingga ketamin.
Dalam operasinya, Dewi disebut berperan sebagai pengambil sekaligus distributor narkotika untuk pasar Asia Timur, Asia Tenggara, dan Afrika.
Tak hanya Indonesia, aparat Korea Selatan juga memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang karena diduga terlibat dalam jaringan perdagangan narkotika lintas negara.
Penangkapan Dramatis di Kamboja dan Hubungan dengan Fredy Pratama
Setelah menjadi buronan internasional selama bertahun-tahun, Dewi akhirnya ditangkap melalui operasi gabungan BNN, Interpol, BAIS TNI, dan aparat keamanan Kamboja.
Penangkapan berlangsung di kawasan Sihanoukville, Kamboja. Menurut BNN, Dewi diamankan ketika keluar dari sebuah hotel dan sedang berada di dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih bersama seorang pria.
- Dok Foto BNN
Operasi tersebut berlangsung tanpa perlawanan. Setelah ditangkap, Dewi langsung dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Kepala BNN menjelaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil kerja sama intelijen lintas negara yang berlangsung cukup panjang. Dewi diketahui kerap berpindah-pindah negara dan menggunakan identitas lain untuk menghindari pelacakan aparat.
Selain itu, ia juga disebut memiliki kedekatan dengan gembong narkoba Fredy Pratama, sosok yang hingga kini masih menjadi salah satu buronan paling dicari oleh aparat Indonesia.